Nanang menegaskan Pemkot tetap membuka ruang dialog dengan semua pihak, termasuk warga yang menerima kerja sama.
"Kami membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk melihat apa saja dampak dari perjanjian kerja sama itu. Misalnya, ada mobil truk Tangsel yang sebagian sudah bagus, sebagian masih rusak, bau air lindi masih ada," paparnya.
Ketua Satgas Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil membeberkan temuan audiensi terkait kondisi pengangkutan sampah. Ia menyatakan, berdasarkan pengawasan, termasuk dari masyarakat yang secara sukarela ikut mengawasi, disampaikan bahwa mobilnya baru. Kedua, soal terpal, ketika ditemukan tidak layak langsung diganti baru.
Wahyu menekankan perbaikan pada air lindi yang masih tercecer serta pastikan hanya sampah baru yang diangkut.
"Kemudian air lindi, di tampungan masih ada yang tercecer. Kami juga memastikan sampah yang dibawa ke Kota Serang adalah sampah baru, bukan timbunan," katanya.
Keputusan lanjutan kerja sama sampah antara Serang dan Tangsel akan ditentukan Wali Kota Serang.
"Besok kami sampaikan ke Pak Wali Kota hasil evaluasinya. Kami akan menyampaikan kondisi objektif kepada Pak Wali, selanjutnya Pak Wali yang memutuskan." katanya.
Penghentian sementara ini diharapkan jadi bahan perbaikan agar kerja sama berjalan lancar tanpa ganggu warga. Evaluasi menyeluruh akan fokus pada aspek teknis pengangkutan dan dampak lingkungan di TPAS Cilowong.
Editor : Aris
Artikel Terkait
