TANGERANG, iNewsTangsel - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melaporkan sebanyak lima kecamatan masih terendam banjir hingga hari Kamis ini. Kondisi ini dipicu oleh intensitas hujan ekstrem dalam sepekan terakhir yang menyebabkan aliran beberapa sungai besar meluap ke pemukiman warga.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menjelaskan bahwa musibah ini merupakan kelanjutan dari rangkaian cuaca buruk yang terjadi sejak awal Januari. Tercatat sebelumnya banjir telah melanda 24 kecamatan dengan jumlah warga terdampak mencapai kurang lebih 50 ribu jiwa di seluruh wilayah tersebut.
Saat ini, wilayah yang masih terendam meliputi Kecamatan Kresek, Gunung Kaler, Kosambi, Jayanti, dan titik terbaru berada di Tigaraksa. Ketinggian debit air di beberapa lokasi dilaporkan masih bervariasi mulai dari 40 centimeter hingga mencapai puncaknya di kedalaman satu meter.
"Untuk lokasi yang masih terendam banjir itu karena intensitas hujan ekstrem sejak kemarin yang kembali mengguyur wilayah kami," ujar Ahmad Taufik saat memberikan keterangan pers, Kamis (22/1/2026). Kondisi geografis yang dekat dengan aliran sungai membuat pemukiman di lima kecamatan tersebut sangat rentan terhadap kiriman air.
Penyebab utama banjir susulan ini adalah meluapnya Sungai Cidurian dan Sungai Cimanceuri akibat hujan deras yang mengguyur dari dini hari hingga sore hari. Luapan air sungai tersebut dilaporkan sangat cepat merendam rumah warga, terutama di wilayah Gunung Kaler dan Kresek yang berada di dataran rendah.
BPBD Kabupaten Tangerang saat ini masih terus melakukan rekapitulasi data terbaru mengenai jumlah total korban yang terdampak banjir susulan ini. "Untuk saat ini jumlah jiwa yang masih terdampak masih kami rekap kembali datanya karena situasi yang dinamis," katanya.
Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah daerah telah menerjunkan sejumlah personel beserta sarana evakuasi ke titik-titik lokasi banjir yang parah. Berbagai peralatan pendukung seperti mesin pompa penyedot air telah disiagakan guna mempercepat proses penyurutan genangan di area padat penduduk.
Pihak BPBD bersama Dinas Bina Marga terus berupaya maksimal melakukan penyedotan air meski sarana dan prasarana di lapangan masih dalam kondisi terbatas. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang diprediksi masih akan terjadi menurut prakiraan cuaca terkini.
Editor : Aris
Artikel Terkait
