Belanja Jadi Tradisi Ramadan, Program BINA Targetkan Transaksi Rp53,38 Triliun

Elva
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meresmikan BINA Lebaran 2026. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri kembali dimanfaatkan untuk mendorong perputaran ekonomi domestik melalui program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026. Program nasional yang dimuka pada 6-30 Maret 2026 ini menargetkan nilai transaksi mencapai Rp53,38 triliun. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat konsumsi domestik di tengah dinamika ekonomi global.

“Kami berharap program yang menargetkan transaksi sekitar Rp53 triliun dapat meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.

Menurut dia, apalagi sejak Januari konsumsi masyarakat sudah cukup bergeliat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada di level 127, yang menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama hingga sekitar 5,5 persen, serta membantu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026 di tengah ketidakpastian global,” imbuh Airlangga.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah mengungkapkan, Ramadan dan Lebaran merupakan periode paling penting bagi industri ritel nasional karena tingginya aktivitas belanja masyarakat. 

“Melalui program ini, sekitar 800 merek dari berbagai sektor turut berpartisipasi dalam menghadirkan promo belanja di lebih dari 400 pusat perbelanjaan dan sekitar 80.000 toko di seluruh Indonesia dengan diskon hingga 70 persen,” terangnya. 

Selain sektor ritel, program ini juga melibatkan ekosistem platform belanja digital. Head of Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan Sudarma menambahkan, sinergi antara ritel dan platform digital menjadi kunci dalam memperkuat konsumsi domestik selama Ramadan dan Lebaran.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung penguatan ekonomi domestik melalui transformasi digital. Karena, integrasi antara industri ritel konvensional dan kanal digital dapat mengoptimalkan momentum Ramadan dan Lebaran  yang selama ini menjadi periode penting bagi aktivitas belanja masyarakat,” ungkapnya. 

Dia menjelaskan, melalui kapabilitas teknologi serta pendekatan berbasis data, platform digital dapat membantu brand dan pelaku usaha, termasuk UMKM lokal, untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan penjualan. 

“Transformasi digital dalam sektor ritel juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen secara lebih luas, baik melalui toko fisik maupun platform daring,” katanya. 

Yovan menegaskan, sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri merupakan faktor penting untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih kuat.

“Karena sinergi ini sebagai fondasi penting dalam memperkuat perputaran ekonomi nasional secara inklusif sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perdagangan di tengah dinamika ekonomi global,” pungkasnya. 

 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network