TANGERANG SELATAN, iNewsTangsel.id - Pemanfaatan teknologi robotik dalam dunia kedokteran kian berkembang, termasuk melakukan tindakan bedah dengan tingkat presisi yang sangat tinggi dan minimal invasif. Salah satu teknologi yang mulai digunakan di Eka Hospital MT Haryono, Jakarta adalah sistem bedah robotik Da Vinci Xi.
CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati, menjelaskan teknologi robotik ini memungkinkan prosedur operasi dilakukan secara minimal invasif dengan tingkat presisi tinggi melalui visualisasi tiga dimensi dan kontrol gerakan yang lebih stabil.
“Kehadiran fasilitas berstandar internasional di dalam negeri diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin kompleks,” katanya saat mengumumkan Eka Hospital MT Haryono, rumah sakit ke-9, Kamis (29/1/2026).
Dia menerangkan, ekspansi ini menandai upaya peningkatan akses layanan kesehatan berteknologi tinggi di wilayah perkotaan strategis. Apalagi, rumah sakit baru ini dilengkapi sejumlah fasilitas medis modern, salah satunya teknologi bedah robotik yang secara global telah digunakan untuk berbagai prosedur kompleks, termasuk bedah urologi, digestif, dan ginekologi.
“Pemanfaatan bedah robotik dapat memberikan manfaat klinis bagi pasien, seperti ukuran sayatan yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih rendah, serta waktu pemulihan dan rawat inap yang relatif lebih singkat dibandingkan metode konvensional,” ujar drg. Rina.
Sementara itu, Hospital Director Eka Hospital MT Haryono, dr. Sheirly Novan Indra, menambahkan, dukungan teknologi medis dan kerja sama antarspesialis memungkinkan penanganan pasien yang lebih komprehensif dan terkoordinasi. Apalagi, teknologi robotik ini sepenuhnya dikendalikan oleh dokter spesialis, bukan bekerja secara otomatis.
“Sistem ini membantu meningkatkan ketelitian saat pembedahan, terutama pada area yang sulit dijangkau dengan metode konvensional,” imbuhnya.
Dia memaparkan, beberapa prosedur yang dinilai cocok menggunakan bedah robotik antara lain pengangkatan kanker prostat (radikal prostatektomi), pengangkatan sebagian tumor ginjal (partial nephrectomy), serta operasi rekonstruksi saluran kemih yang membutuhkan ketelitian tinggi.
“Pemanfaatan teknologi bedah robotik menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Dengan adopsi inovasi medis yang semakin luas, pasien diharapkan dapat memperoleh penanganan penyakit kompleks secara lebih efektif tanpa harus mencari layanan ke luar negeri,” ucap dr. Sheirly.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
