‎BKPM: Penguatan Talenta Digital, Kunci Pengembangan Industri Data Center

Elva
Direktur Promosi Investasi Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan, saat peresmian ekspansi kampus pusat data. (Foto: Elva)

BEKASI, iNewsTangsel.id -Pengembangan industri pusat data (data center) yang tumbuh pesat di Indonesia perlu diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri digital. Penguatan talenta digital menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan layanan komputasi awan.

‎"Kebutuhan tenaga kerja terampil akan terus meningkat seiring bertambahnya investasi dan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia," kata Direktur Promosi Investasi Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan, saat ekspansi kampus pusat data bernama STT Jakarta Campus, Rabu (10/6/2026).

‎Menurutnya, tenaga kerja Indonesia memiliki peluang besar untuk berkiprah di sektor teknologi apabila didukung pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri. Kompetensi yang mengacu pada standar internasional juga dinilai penting agar lulusan mampu bersaing di tingkat global.

‎“Tenaga kerja yang memiliki kualifikasi dan standar internasional akan menjadi modal penting dalam mendukung perkembangan industri digital nasional,” ujarnya.

‎Saribua menilai dunia pendidikan perlu terus menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan pelaku industri diperlukan agar proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja.

‎"Selain kemampuan operasional, industri juga membutuhkan SDM yang mampu menganalisis dan menyelesaikan berbagai persoalan teknis dalam pengelolaan infrastruktur digital. Karena itu, pendidikan vokasi dan program pelatihan berbasis industri memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan sektor teknologi," imbuhnya.

‎Menurutnya, peningkatan kebutuhan talenta digital terjadi seiring pertumbuhan pengguna internet, perkembangan e-commerce, adopsi layanan cloud, serta pemanfaatan AI yang semakin luas di berbagai sektor. Kondisi tersebut mendorong munculnya kebutuhan profesi baru di bidang pusat data, jaringan, keamanan siber, hingga pengelolaan sistem digital.

‎"Kami berharap penguatan kompetensi SDM dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan investasi teknologi di Indonesia. Dengan dukungan tenaga kerja yang berkualitas, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat daya saing sekaligus memanfaatkan perkembangan ekonomi digital secara optimal," ungkapnya.

‎Sementara itu, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng menambahkan, investasi jangka panjang di Indonesia melalui ekspansi kampus ini mencerminkan kuatnya kemitraan yang terus berkembang antara Singapura dan Indonesia, khususnya dalam memajukan ekonomi digital ASEAN.

‎"Apalagi, di tengah meningkatnya permintaan terhadap AI, cloud, dan komputasi berkinerja tinggi, pusat data menjadi pondasi penting bagi ekonomi digital yang memungkinkan aktivitas ekonomi berlangsung tanpa batasan lokasi," terangnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Country Head STT GDC Indonesia, Hendrikus Hendra Gozali, mengungkaIndonesia tengah memasuki fase baru pertumbuhan digital yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia yang mampu mendukung pengoperasian teknologi tersebut.

‎"Pengembangan talenta menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan, seiring semakin luasnya adopsi AI, layanan komputasi awan, dan transformasi digital di berbagai sektor usaha," ucapnya.

‎Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah masih terbatasnya program pelatihan yang secara khusus menyiapkan tenaga kerja untuk sektor pusat data. Padahal, industri tersebut membutuhkan keterampilan teknis yang spesifik, mulai dari pengelolaan sistem kelistrikan, pendinginan, jaringan, hingga operasional infrastruktur digital yang bersifat kritikal.

‎"Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kami bekerja sama dengan institusi pendidikan vokasi, termasuk ATMI Cikarang, dalam pengembangan program pelatihan yang lebih selaras dengan kebutuhan industri. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pendirian Data Centre Laboratory Learning Centre di Jawa Barat," beber Hendrikus. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network