JAKARTA, iNewsTangsel.id - Era digitalisasi kini membawa pendekatan baru dalam pengelolaan sumber daya manusia. Disiplinku, platform digital berbasis kecerdasan buatan (AI), dirancang untuk mempermudah pemantauan presensi, pengelolaan dokumen, dan analisis aktivitas tim secara real-time.
Platform ini dilengkapi fitur seperti face recognition, liveness detection, anti fake-GPS, serta geotagging presensi yang memungkinkan organisasi memvalidasi kehadiran karyawan secara akurat. Selain itu, fitur digitalisasi dokumen seperti nota dinas dan linimasa aktivitas kerja juga tersedia, sehingga proses administrasi dapat dilakukan secara terpusat.
Salah satu keunggulan Disiplinku adalah Info Pintar berbasis AI yang mampu menganalisis data kehadiran dan tren kedisiplinan tim. Sistem ini mendukung pengambilan keputusan berbasis data, yang sebelumnya membutuhkan waktu dan sumber daya lebih banyak.
Irjen Pol. (Purn) Dr. Yehu Wangsajaya menyoroti potensi platform ini dalam memperkuat budaya disiplin: “Penerapan sistem digital yang mendorong akuntabilitas dapat menjadi instrumen perubahan perilaku kerja secara masif,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Ditempat yang sama, Prof. Dr. Muhammad Zarlis menambahkan bahwa sistem AI seperti ini tidak hanya membantu pengelolaan operasional, tetapi juga meningkatkan transparansi dan keselarasan kerja dari level staf hingga pimpinan.
Sedangkan Bambang Rukminto dari ISESS berharap Disiplinku memberi dampak positif lebih luas bagi bangsa. “Semoga aplikasi ini bermanfaat bagi korporasi sekaligus membawa kontribusi nyata bagi negara,” ujarnya.
Dengan peluncuran ini, Technosoft Indo Prima menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi teknologi untuk mendorong transformasi budaya kerja Indonesia lebih profesional, transparan, dan kompetitif di kancah global.
Sistem digital seperti Disiplinku mencerminkan tren global di mana teknologi AI tidak lagi hanya sebagai alat otomatisasi, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan kerja modern.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
