JAKARTA, iNewsTangsel - Pemerintah dan pelaku industri kesehatan Indonesia-Malaysia baru saja menyepakati penguatan kolaborasi strategis untuk menciptakan ekosistem layanan medis lintas negara yang lebih efisien. Sinergi ini dianggap sangat krusial mengingat tingginya mobilitas pasien antar kedua negara tetangga dalam mencari perawatan medis spesialis berkualitas tinggi.
Head of Marketing IHH Healthcare Malaysia, Khairul Annuar Yusof, menegaskan bahwa forum diskusi dengan pimpinan asuransi di Jakarta menjadi wadah penting untuk menyelaraskan kebutuhan pasien. "Indonesia merupakan salah satu negara yang penting bagi IHH Healthcare Malaysia," ujar Khairul dalam pertemuan Indonesia Partners Roundtable Sessions 2026 di Jakarta, baru-baru ini.
Melalui kemitraan berkelanjutan, kedua belah pihak berkomitmen memastikan pasien Indonesia mendapatkan akses yang lebih mudah dan berkesinambungan di jaringan rumah sakit Malaysia. Kolaborasi ini juga mencakup diskusi terbuka mengenai tren pelayanan kesehatan serta perubahan kebutuhan pasien yang semakin dinamis di tahun 2026.
IHH Healthcare Malaysia berupaya mengoptimalkan proses rujukan pasien dengan menggandeng perusahaan asuransi raksasa seperti Prudential, Manulife, AIA, hingga AXA Financial Indonesia. Kerja sama jangka panjang ini difokuskan pada koordinasi perawatan yang mulus agar pasien merasa nyaman saat menjalani pengobatan di luar negeri.
Menyadari karakteristik pasar yang beragam, rangkaian pertemuan ini digelar secara intensif di tiga kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, dan Medan. Langkah tersebut diambil untuk memahami dinamika pasar lokal serta merespons kebutuhan mitra asuransi di kawasan Indonesia barat, tengah, hingga timur.
Khairul juga menambahkan bahwa pendekatan utama dalam kolaborasi ini adalah mengedepankan transparansi serta komunikasi terbuka antara sektor kesehatan dan asuransi. "Fokus kami bukan hanya pada rujukan pasien, tetapi juga membangun kolaborasi berkelanjutan untuk memperkuat perjalanan medis pasien," tambahnya.
Guna mempermudah jangkauan layanan, pihak Malaysia kini mulai memperluas kehadiran fisik mereka melalui penyediaan kios informasi dan kantor perwakilan di berbagai wilayah. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat koordinasi yang akan mendampingi pasien mulai dari proses administrasi hingga pengaturan jadwal dokter spesialis.
Konektivitas layanan kesehatan antara kedua negara ini diharapkan dapat menjadi rujukan global dalam hal penanganan pasien lintas perbatasan yang terintegrasi. Dengan sistem yang semakin transparan dan terkoordinasi, masyarakat Indonesia kini memiliki pilihan akses kesehatan yang lebih luas tanpa kendala birokrasi yang rumit.
Editor : Aris
Artikel Terkait
