TANGERANG, iNewsTangsel.id - Keresahan warga Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, memuncak. Sejumlah spanduk protes terbentang di sepanjang Jalan Raya Pakuhaji, sebagai bentuk kekecewaan atas kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh.
Salah satu warga Pakuhaji, Surya mengatakan, kerusakan jalan sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan permanen. Aksi pemasangan spanduk merupakan puncak kekecewaan masyarakat.
“Aksi itu terkait larangan untuk truk tanah melintas, karena bisa membuat jalan rusak, terutama karena banyak korban yang jatuh,” katanya, Selasa (24/2/2026).
Dia menjelaskan, kondisi jalan terlihat berlubang, berlumpur, dan tergenang air. Lubang-lubang besar di beberapa titik hanya ditutup sementara menggunakan puing-puing bangunan. Sebagian lainnya dibiarkan terbuka, membahayakan pengendara yang melintas.
“Dalam tiga tahun terakhir, perbaikan jalan hanya sebatas tambal sulam. Lalu, 2-3 hari kemudian rusak lagi. Arus lalu lintas pun kerap tidak teratur. Pengendara sepeda motor dan mobil terpaksa mengambil jalur berlawanan demi menghindari kubangan dan lubang besar,” ujarnya.
Dia memaparkan, kerusakan jalan membentang sekitar dua kilometer. Warga berharap ada langkah tegas dari pemerintah, baik pembatasan kendaraan berat maupun perbaikan total jalan, agar aktivitas masyarakat kembali aman dan nyaman.
“Bagi kami, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan, seperti akses bekerja, sekolah, hingga berdagang. Tapi kalau jalan rusak, yang terdampak bukan hanya kendaraan, tetapi juga rasa aman,” ungkapnya.
Diketahui, spanduk-spanduk itu dipasang di bahu jalan dengan berbagai narasi. Salah satunya bertuliskan, “Kami Masyarakat Pakuhaji Seluruh Mobil Tanah Melintas di Jalan Raya Pakuhaji” dan “Kami Taat Pajak Tapi Jalanan Kami Dibajak.”
Menariknya, salah satu spanduk juga menampilkan wajah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Dalam spanduk tersebut, warga meminta perhatian atas kondisi jalan yang rusak parah. “Kang Dedi Tolong ke Banten Jalan Raya Tangerang Utara Sudah Rusak,” bunyi pesan tersebut.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
