JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pemanfaatan artificial intelligence (AI) semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri, mulai dari efisiensi operasional hingga pengambilan keputusan berbasis data. Namun, di balik percepatan tersebut, ancaman keamanan siber juga ikut meningkat seiring kompleksitas sistem dan volume data yang dikelola perusahaan.
Menurut Indonesia Country Manager Synology Inc., Clara Hsu, AI tidak hanya dimanfaatkan untuk efisiensi bisnis, tetapi juga dapat disalahgunakan untuk melancarkan serangan siber yang lebih cepat dan sulit dideteksi. “Serangan kini lebih personal, terstruktur, dan memanfaatkan AI untuk mengeksploitasi celah sistem,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, pola serangan seperti phishing, pencurian kredensial, hingga ransomware kini semakin canggih dengan pendekatan yang disesuaikan terhadap target. Bahkan, pelaku kejahatan siber kerap menunggu momen tertentu untuk memaksimalkan dampak serangan terhadap operasional bisnis.
Clara menambahkan, seluruh sektor industri kini berada dalam risiko, termasuk keuangan, kesehatan, manufaktur, hingga layanan publik, seiring meningkatnya adopsi teknologi digital dan kompleksitas infrastruktur IT.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, pendekatan keamanan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pencegahan, tetapi juga kesiapan pemulihan data. Strategi backup yang kuat dan sistem perlindungan data berlapis menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan bisnis saat terjadi serangan siber.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
