Gentarkan Barat! Ini 3 Senjata Pemusnah Massal Iran yang Jadi Mimpi Buruk AS dan Israel

Andika Hendra Mustaqim, Vitrianda
Ketegangan di Timur Tengah kian memanas seiring dengan pamer kekuatan militer yang ditunjukkan oleh Republik Islam Iran.(Foto: AP)

TEHERAN, iNewsTangsel.id – Ketegangan di Timur Tengah kian memanas seiring dengan pamer kekuatan militer yang ditunjukkan oleh Republik Islam Iran. Bukan sekadar gertakan sambal, Teheran kini memiliki deretan alutsista mutakhir yang sanggup menembus sistem pertahanan tercanggih sekalipun.

Senjata-senjata ini disebut-sebut menjadi alasan utama mengapa Amerika Serikat (AS) dan Israel harus berpikir seribu kali sebelum melancarkan konfrontasi terbuka.

 
Kemandirian industri pertahanan Iran di tengah sanksi internasional selama puluhan tahun justru melahirkan inovasi yang mematikan. Mengutip berbagai sumber intelijen dan militer, berikut adalah tiga senjata "kiamat" milik Iran yang kini menjadi momok bagi Washington dan Tel Aviv:

1. Rudal Hipersonik Fattah: Si Penembus Iron Dome

Kehadiran rudal Fattah telah mengubah peta kekuatan udara di kawasan. Dengan kecepatan yang melebihi Mach 13 hingga Mach 15, rudal ini mampu bermanuver di dalam dan di luar atmosfer bumi.

Teknologinya yang mutakhir membuat sistem pertahanan udara seperti Iron Dome milik Israel atau Patriot milik AS seolah kehilangan taringnya. Fattah dirancang untuk menghantam target dengan akurasi tinggi tanpa bisa dicegat oleh radar lawan, menjadikannya senjata ofensif yang paling ditakuti saat ini.

2. Drone Kamikaze Shahed-136: Teror Senyap dari Langit

Sering dijuluki sebagai "amunisi berkeliaran," Shahed-136 telah membuktikan efektivitasnya dalam berbagai medan konflik modern. Drone ini memiliki bentuk sayap delta yang khas dan mampu terbang rendah untuk menghindari deteksi radar.

Meski biayanya relatif murah, Shahed-136 mampu diluncurkan dalam jumlah besar (swarming) untuk melumpuhkan infrastruktur strategis maupun pangkalan militer lawan. Kemampuannya menghantam target dengan presisi tinggi dari jarak jauh menjadikannya senjata asimetris yang sangat menyulitkan sistem pertahanan konvensional AS.

3. Rudal Balistik Sejjil: Jangkauan Jauh Berbahan Bakar Padat

Sejjil tetap menjadi tulang punggung kekuatan pencegah (deterrent) Iran. Berbeda dengan rudal generasi lama, Sejjil menggunakan bahan bakar padat yang memungkinkannya untuk diluncurkan dalam waktu sangat singkat.

Dengan jangkauan mencapai 2.000 hingga 2.500 kilometer, rudal ini sanggup menjangkau seluruh wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah maupun sebagian Eropa Timur. Kecepatan terminalnya yang sangat tinggi saat masuk kembali ke atmosfer menjadikannya hampir mustahil untuk dihentikan sebelum mencapai target.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network