Dari sisi bisnis, CNAF membukukan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp9,25 triliun sepanjang 2025. Capaian ini turut mendorong peningkatan pangsa pasar pembiayaan kendaraan bermotor menjadi 6,11 persen, memperkuat posisi perseroan di industri multifinance nasional.
Kinerja tersebut juga berdampak pada peningkatan kepercayaan lembaga pemeringkat. CNAF berhasil meraih peringkat tertinggi AAA dari Fitch Indonesia, yang mencerminkan kemampuan manajemen risiko dan ketahanan keuangan yang kuat.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk penunjukan kembali Kantor Akuntan Publik yang sama untuk audit tahun buku 2026. Selain itu, RUPST menetapkan rencana kerja perseroan serta rencana aksi keuangan berkelanjutan untuk tahun 2026.
Di sisi tata kelola, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Dr. Rini Fatma Kartika sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah untuk periode 2026–2029, melengkapi jajaran pengawas syariah yang dipimpin oleh Prof. Jaenal Effendi.
CNAF juga memastikan komitmen terhadap prinsip kehati-hatian dan penguatan pengalaman nasabah sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Menatap 2026, manajemen tetap optimistis meski tantangan dari faktor eksternal masih membayangi, termasuk kondisi geopolitik global dan perlambatan industri otomotif.
“Kami akan terus mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan prinsip prudential serta peningkatan customer experience untuk mencapai visi menjadi multifinance paling profitable di Indonesia,” tutup Ristiawan.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
