Waspada PMK dan LSD! PDHI Beri Tips Jitu Pilih Hewan Qurban Sehat Jelang Iduladha 1447 H

Aries
Menjelang Iduladha 1447 H, PDHI mengingatkan masyarakat untuk teliti memilih hewan qurban yang bebas penyakit PMK dan LSD. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Kesehatan hewan qurban menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan oleh seluruh lapisan masyarakat menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah tahun ini. Kementerian Pertanian memproyeksikan adanya kenaikan jumlah pemotongan hewan hingga 12 persen, sehingga pengawasan terhadap penyakit menular harus semakin diperketat.

Pemerintah terus memperkuat koordinasi di lapangan mengingat kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) masih ditemukan pada sapi di beberapa daerah. Upaya pengawasan ini bertujuan untuk menjamin bahwa seluruh hewan yang akan dikonsumsi publik berada dalam kondisi prima dan bebas dari kontaminasi virus.

Ketua Umum PB PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia), Dr. drh. Muhammad Munawaroh, MM, menegaskan bahwa masyarakat harus sangat jeli dalam membedakan hewan yang bugar dan yang sedang terpapar penyakit. Ia menyarankan para calon pembeli untuk memastikan hewan telah cukup umur dan memenuhi kriteria syariat sebelum melakukan transaksi di lapak penjualan.

Penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan, karena itu masyarakat perlu lebih teliti saat memilih agar tidak mendapatkan hewan yang sakit,” ujar Munawaroh, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026). 

Ia juga mengingatkan agar proses penyembelihan tetap memperhatikan kesejahteraan hewan demi menjaga kualitas daging yang akan didistribusikan.

Berkaitan dengan pemilihan hewan qurban yang berkualitas, Human Initiative (HI) dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) memperkuat kerja sama dalam program Sebar Qurban 2026. Program ini menerapkan prinsip ASUH yang meliputi Aman, Sehat, Utuh, dan Halal menjadi standar baku yang wajib dipahami oleh panitia qurban maupun konsumen mandiri.

Melalui standar ini, keamanan pangan di tingkat masyarakat dapat terjaga sekaligus mencegah persebaran penyakit melalui kontak fisik dengan ternak.

HI juga turut memperkuat sistem kendali mutu melalui pemeriksaan kesehatan intensif di berbagai titik distribusi hewan qurban di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini mencakup pendampingan peternak lokal guna memastikan kebersihan kandang dan ketersediaan pakan berkualitas sebelum prosesi penyembelihan berlangsung.

“Tahun 2026 ini Human Initiative Insya Allah akan menyalurkan qurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota, dan 11 negara. Dukungan dari PDHI ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan dampak yang lebih besar dan lebih luas melalui penjagaan standar kesehatan hewan, kebersihan pemotongan, dan kualitas daging sampai ke masyarakat,” ujar GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto.

Dukungan para ahli medis hewan diharapkan mampu memfasilitasi ibadah masyarakat agar berjalan lebih aman, nyaman, dan memberikan dampak sosial yang luas. Sinergi ini juga berfokus pada edukasi penanganan daging yang benar, termasuk pemisahan antara daging merah dan jeroan saat proses pengemasan.

Melalui adanya pengawasan ketat, diharapkan distribusi manfaat qurban tahun ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah hingga ke pelosok negeri. 

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network