JAKARTA, iNewsTangsel - Suasana Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta tampak lebih semarak dari biasanya. Kehadiran acara Qurbanweek 2026 pada Minggu (17/5/2026) sukses menarik perhatian ribuan warga ibu kota.
Acara yang dipusatkan di sekitar Tugu Sepeda dekat Indofood Tower ini dirancang sebagai ruang silaturahmi terbuka bagi masyarakat, komunitas, dan para relawan. Momentum ini sekaligus menjadi penanda menyambut datangnya bulan suci Iduladha 1447 Hijriah yang sarat akan nilai kemanusiaan.
Masyarakat antusias di area utama untuk mengikuti serangkaian program interaktif yang disediakan pantia. Kegiatan yang diinisiasi oleh lembaga kemanusiaan Human Initiative ini menghadirkan aktivitas fisik berupa senam kemanusiaan, layanan cek kesehatan gratis bagi publik, hingga parade kampanye kreatif.
Kemeriahan panggung edukasi tersebut semakin terasa berkat adanya pertunjukan alat musik tradisional sasando yang memikat para pejalan kaki. Melalui pendekatan budaya dan sosial ini, masyarakat diajak untuk melihat ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan melainkan sarana konkret penguat sesama.
Penyaluran hewan kurban pada tahun ini diharapkan mampu menjangkau wilayah-wilayah pelosok yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses pangan bergizi. Pihak lembaga menargetkan peningkatan partisipasi masyarakat agar rantai kebaikan yang dihasilkan dapat berdampak lebih masif.
"Tahun lalu, kami telah mengajak lebih dari dua puluh satu ribu pequrban," ujar Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati, dalam keterangannya, dikutip Senin (18/5/2026).
Tomy menambahkan bahwa tahun ini target ditingkatkan menjadi dua puluh enam ribu pekurban demi mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menyerap potensi peternak lokal.
Selain menjadi sarana penghubung kebaikan, kampanye di ruang publik ini memegang peranan penting sebagai media edukasi syariat bagi masyarakat urban. Sistem pemantauan modern kini diterapkan guna memastikan seluruh proses penyerahan, penyembelihan, hingga distribusi hewan kurban berjalan amanah dan tepat sasaran.
Komitmen pengelolaan jangka panjang ini dipertegas oleh manajemen internal yang mencatat rekam jejak penyaluran amanah massal selama lebih dari dua dekade. Distribusi geografis akan difokuskan pada kantong-kantong masyarakat prasejahtera di wilayah Indonesia bagian timur serta kawasan konflik internasional.
"Masyarakat di wilayah T3 (tertinggal, terpencil, dan terluar) itu sangat menunggu pendistribusian daging qurban," ungkap Vice President of Operations Human Initiative, Andjar Radite. Langkah taktis ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi kolektif perkotaan mampu mengantarkan harapan baru bagi saudara-saudara yang membutuhkan di garis batas negeri.
Editor : Aris
Artikel Terkait
