Jelang Iduladha, Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang Layak dan Sehat

Elva
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau salah satu lapak penjual hewan kurban yang lolos pemeriksaan dan diberikan identitas sehat sebagai tanda layak jual. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pengawasan kesehatan hewan kurban diperketat demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh di berbagai lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang.

‎Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memastikan seluruh hewan yang dijual memenuhi standar kesehatan dan kelayakan sebelum dipasarkan kepada masyarakat," kata Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau salah satu lapak penjualan hewan kurban, di Kecamatan Kelapa Dua, Jumat (22/5/2026).

‎Menurut Maesyal, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terus melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai titik penjualan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual memenuhi kategori Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

‎“Hewan kurban yang tidak memenuhi syarat kesehatan tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang aman serta bebas dari penyakit menular," terangnya.

‎Ia menjelaskan, dari data DPKP Kabupaten Tangerang, hingga saat ini sebanyak 334 lapak penjual hewan kurban telah diperiksa. Seluruh lapak yang lolos pemeriksaan diberikan simbol atau identitas sehat sebagai tanda layak jual.

‎“Semua hewan yang ada di lapak sudah diperiksa dan dinyatakan sehat. Mudah-mudahan ini menjadi modal dasar bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban dalam keadaan sehat dan aman,” tegas Maesyal.

‎Secara terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menambahkan, sebanyak 96 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban telah diterjunkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang. Para petugas terdiri atas dokter hewan dan tim pemeriksa yang berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten II.

‎"Para petugas melakukan pemeriksaan pada bagian mulut, kaki, dan kuku untuk memastikan hewan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain itu, juga, melakukan pengawasan sebagai bentuk komitmen kami dalam melindungi masyarakat sebagai konsumen hewan kurban," ujarnya yang juga melakukan monitoring di Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa.



Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network