TANGERANG, iNewsTangsel.id -Perkembangan industri kreatif saat ini semakinsemakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sosial di Indonesia. Tidak hanya menciptakan hiburan dan ruang ekspresi, industri ini juga mulai menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis kolaborasi.
Hal tersebut tercermin dari kiprah Cahaya Manthovani melalui berbagai program dan event nasional yang digagas bersama PT Navaswara Bhuwana Kencana. Di usia muda, Cahaya dipercaya memimpin sejumlah agenda berskala nasional seperti Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara, Inklusiland, hingga ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026.
"Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan kreatif, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi komunitas, pelaku UMKM, hingga masyarakat lokal. Karena industri kreatif harus mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat luas," kata Cahaya, Sabtu (23/5/2026).
Cahaya menjelaskan, salah satu program yang menjadi perhatian ialah inisiatif Makanan Bergizi Gratis-Swasta untuk sekolah khusus/disabilitas di Provinsi Banten. Program tersebut melibatkan 12 UMKM lokal dan menjangkau lebih dari 2.200 penerima manfaat.
"Keterlibatan UMKM dalam program sosial itu dinilai menjadi contoh bagaimana sektor kreatif dapat terhubung dengan ekonomi kerakyatan. Selain membantu distribusi makanan bergizi, program tersebut juga membuka peluang usaha dan memperluas jaringan pemasaran pelaku UMKM," terangnya.
Tak hanya itu, lanjut dia, penyelenggaraan event seperti Inklusiland juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha kreatif, komunitas lokal, hingga sektor jasa pendukung kegiatan.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam membangun gerakan kreatif yang berkelanjutan. Jadi setiap event yang saya buat, hanya dengan posting di sosial media saja belum cukup. Perlu ada kerja sama dengan sektor lain. Ini ditujukan untuk mencapai audience baru,” tegas Cahaya.
Ia mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif karena didukung jumlah penduduk yang besar dan sumber daya manusia yang beragam. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi paling banyak di dunia.
"Banyak sekali orang-orang kompeten di bidangnya masing-masing. Saya selalu membuka diri untuk belajar dengan berkolaborasi bersama,” ujarnya yang aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, fokus pada isu inklusivitas dan pemberdayaan disabilitas.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
