SETU, iNewsTangsel - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bergerak cepat menangani dampak musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Penurunan curah hujan dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan krisis air bersih di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, akibat menyusutnya debit air sumur dangkal milik warga.
Pemkot Tangsel memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi melalui penanganan darurat sekaligus menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang. Berdasarkan data pemerintah daerah, sebanyak 147 kepala keluarga (KK) di tujuh rukun tetangga (RT) terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengatakan hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan sekitar 50.000 liter air bersih kepada warga terdampak. "Sebanyak 147 KK di tujuh RT di Kelurahan Keranggan sekarang terdampak kekeringan. Sampai kemarin Pemkot Tangsel sudah menyalurkan kurang lebih 50.000 liter air bersih," ujarnya TB Asep dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Pemkot Tangsel juga menyiapkan armada tangki tambahan apabila kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat selama musim kemarau berlangsung. "Kalau diperlukan, distribusi air bersih akan kami tambah," tegas Asep.
Selain mendistribusikan bantuan air bersih, Pemkot Tangsel memperkuat sistem komunikasi dan koordinasi agar setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat. Pemerintah daerah mengoptimalkan layanan pengaduan resmi sehingga kebutuhan air bersih dapat dipantau secara real-time tanpa terkendala birokrasi.
"Pemkot Tangsel memastikan negara hadir di tengah warga yang terdampak kemarau. Melalui integrasi layanan darurat dan kanal aduan resmi, kami memantau pergerakan kebutuhan air bersih secara real-time," kata Asep.
Ia menambahkan warga yang mulai mengalami krisis air dapat melapor melalui call center maupun kanal resmi pemerintah agar tim teknis segera mendistribusikan armada bantuan ke lokasi.
Sebagai solusi jangka menengah dan panjang, Pemkot Tangsel berencana membangun sumur air dalam (deep well) yang dilengkapi toren berkapasitas besar di wilayah rawan kekeringan. "Pemkot Tangsel berencana membangun sumur air dalam (deep well) yang dilengkapi toren berkapasitas besar di wilayah terdampak, seperti model yang sudah berhasil dibangun dan difungsikan di Perumahan Pesona Serpong," ungkap Asep.
Untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, Pemkot Tangsel juga terus berkoordinasi dengan BMKG dan pengelola Bendung Katulampa guna memantau kondisi cuaca serta ketersediaan pasokan air baku.
Pemkot Tangsel juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan tempat penampungan air, serta segera melapor kepada RT, RW, atau kelurahan apabila debit sumur mulai mengering sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Editor : Aris
Artikel Terkait
