JAKARTA, iNewsTangsel.id - Menjaga kesehatan usus menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kebugaran dan daya tahan tubuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga keseimbangan mikrobiota usus melalui konsumsi probiotik secara rutin.
Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Wellyzar Sjamsuridzal menjelaskan, mikrobiota usus memiliki peran besar terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh, mulai dari sistem pencernaan, imunitas, hingga kesehatan mental. Mikrobiota merupakan komunitas mikroorganisme yang hidup di dalam tubuh manusia dan sebagian besar berada di saluran pencernaan atau gastrointestinal.
“Jumlah mikroorganisme dalam tubuh manusia sangat besar dan sebagian besar berada di usus. Mikroorganisme ini membantu proses pencernaan, menjaga sistem imun, serta melindungi tubuh dari infeksi,” katanya, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan, keseimbangan mikrobiota sangat dipengaruhi pola makan sehari-hari. Komposisi mikroorganisme pada seseorang yang rutin mengonsumsi sayur dan buah akan berbeda dengan mereka yang lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak atau daging.
“Konsep you are what you eat itu benar adanya. Apa yang kita makan akan menentukan komposisi mikrobiota di dalam usus,” terangnya.
Menurutnya, selain membantu metabolisme dan penyerapan nutrisi, mikrobiota usus juga memiliki hubungan erat dengan sistem saraf pusat melalui gut-brain axis atau hubungan usus dan otak. Kondisi ini membuat keseimbangan mikrobiota turut memengaruhi stres, suasana hati, kualitas tidur, hingga kesehatan mental.
"Ketidakseimbangan mikrobiota atau disbiosis dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah pencernaan, inflamasi, dan penyakit kronis," imbuhnya.
Untuk menjaga keseimbangan tersebut, lanjut Prof. Wellyzar, masyarakat dianjurkan mengonsumsi probiotik, yakni mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah cukup.
“Probiotik membantu menekan pertumbuhan bakteri patogen, menjaga keseimbangan mikrobiota usus, serta mendukung fungsi imun tubuh,” ujarnya.
Diungkapkan, sumber probiotik alami dapat ditemukan pada berbagai makanan fermentasi, termasuk tempe, tape singkong, dadih, kefir, miso, dan susu fermentasi. Konsumsi probiotik secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan risiko diare, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung kesehatan kulit dan jantung.
"Menjaga kesehatan pencernaan perlu dilakukan sejak dini karena kondisi usus berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup seseorang. Apalagi, usus merupakan organ vital karena di dalamnya terdapat populasi mikroorganisme dan sel imun dalam jumlah besar. Menjaga kesehatan usus berarti menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada, Toshiyuki Iwamoto menambahkan, sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan pencernaan, memperkenalkan varian rasa baru minuman probiotik Yakult, yakni stroberi, yang melengkapi varian Original, Light, dan Mangga.
"Melalui peluncuran rasa baru ini, kami terus berkomitmen untuk turut memelihara kesehatan saluran pencernaan keluarga Indonesia bila dikonsumsi setiap hari seperti yang dilakukan oleh 38 juta orang di 40 negara dan kawasan di dunia," ucap Iwamoto.
Ia memaparkan, poduk tersebut mengandung 6,5 miliar bakteri baik L. casei Shirota strain (LcS) hidup yang bermanfaat untuk memelihara kesehatan saluran pencernaan bila dikonsumsi rutin setiap hari.
"Kami akan terus memberikan pengalaman terbaik dalam mengkonsumsi minuman probiotik dengan manfaat positif dalam menjaga kesehatan usus dan pencernaan, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh bagi setiap anggota keluarga. Karena usus yang sehat menjadi kunci dari kesehatan bagi setiap orang," tutup Iwamoto.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
