PAMULANG, iNewsTangsel - Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat komitmennya dalam memutus mata rantai gangguan pertumbuhan pada anak secara menyeluruh. Strategi penanganan kini tidak hanya menyasar balita bergejala, melainkan bergeser ke arah hulu dengan memperketat pengawasan kesehatan sejak masa pra-kehamilan.
Fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan dinilai sebagai periode emas yang sangat krusial dalam menentukan masa depan tumbuh kembang anak. Penanganan pada masa ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari kader posyandu hingga perangkat kecamatan, guna memastikan distribusi bantuan gizi tepat sasaran.
"Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, bahkan sejak masa persiapan kehamilan. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak," ujar Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, dalam keterangannya, dikutip Senin (20/7/2026).
Benyamin menegaskan bahwa kesiapan fisik calon ibu sebelum masa kehamilan merupakan benteng utama dalam melahirkan generasi yang bebas stunting. Oleh karena itu, edukasi bagi calon pengantin dan penerapan pola hidup bersih sehat kini menjadi agenda yang paling intensif dikampanyekan.
Pemerintah daerah mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat lebih proaktif dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis yang telah disediakan. Menjaga kecukupan nutrisi sejak anak berada di dalam kandungan dipandang sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
"Investasi terbaik untuk masa depan Kota Tangerang Selatan adalah memastikan anak-anak kita tumbuh sehat sejak dalam kandungan hingga memasuki usia emas pertumbuhan," kata Benyamin menambahkan.
Komitmen kolektif ini terbukti membuahkan hasil positif yang tecermin langsung dalam basis data capaian kinerja kesehatan daerah teranyar. Angka prevalensi gangguan pertumbuhan anak di wilayah ini sukses ditekan secara masif hingga menyentuh digit tunggal.
"Berkat kerja keras dan sinergi semua pihak, angka stunting di Tangsel saat ini berhasil ditekan hingga menyentuh 8,2 persen," jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel, TB Asep Nurdin.
Asep memaparkan bahwa penurunan signifikan tersebut juga ditopang oleh optimalisasi platform digital untuk menyebarkan literasi pola asuh yang benar kepada pasangan muda. Penyediaan fasilitas internet gratis melalui program Smart Kelurahan turut mempermudah kader lapangan dalam melaporkan perkembangan gizi anak secara berkala.
Editor : Aris
Artikel Terkait
