TANGERANG, iNewsTangsel.id -Penjualan hewan kurban di sejumlah lapak di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang yang mengaku jumlah pembeli tahun ini jauh lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang kambing kurban, di Lapak Alam, Sugeng mengatakan, dirinya rutin berjualan setiap musim Iduladha dengan mendatangkan kambing dari Cianjur dan Garut, Jawa Barat. Hewan-hewan tersebut juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dijual kepada masyarakat.
"Meski kualitas hewan dinilai baik dan stok tersedia cukup banyak, penjualan tahun ini belum menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga dua hari menjelang Iduladha, kambing yang terjual baru belasan ekor. Padahal, tahun lalu bisa di atas 40 bahkan 50 ekor," ujarnya Senin (25/5/2026).
Ia mengungkapkan, pada awal masa penjualan dirinya membawa sekitar 53 ekor kambing, dengan total stok keseluruhan hampir mencapai 80 ekor. Namun hingga mendekati hari raya, puluhan kambing masih tersisa di kandang.
“Biasanya kalau sudah mendekati Iduladha pasti ada penambahan stok lagi. Tapi tahun ini tidak ada, karena yang di tersedia saja masih banyak, masih sekitar 30 ekoran lebih,” ucap Sugeng.
Menurutnya, daya beli masyarakat menjadi salah satu penyebab lesunya penjualan hewan kurban tahun ini. Selain faktor ekonomi, persaingan antar pedagang juga semakin ketat karena banyaknya penjual musiman yang bermunculan di berbagai lokasi.
“Tahun ini banyak juga yang jualan di beberapa lokasi. Jadi persaingan ketat, harga pun bervariasi. Harga kambing kurban tahun ini relatif stabil dibanding tahun lalu. Hewan kurban dijual mulai Rp3 juta hingga Rp7 juta tergantung ukuran dan bobot," ungkapnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
