Kinerja Moncer HRTA 2026: Pendapatan Tembus Rp20 Triliun, Laba Naik 189%

Hasiholan
Direktur Keuangan HRTA, Ong Deny, menyebut kinerja sepanjang 2025 juga mencetak rekor tertinggi dengan pendapatan Rp44,55 triliun dan laba bersih Rp978,49 miliar. Foto ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Lonjakan harga emas global dimanfaatkan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) untuk mendorong ekspansi bisnis dan inovasi produk. Emiten emas ini mencatat pertumbuhan kinerja signifikan sekaligus memperluas akses investasi emas bagi masyarakat.

Pada kuartal I-2026, HRTA membukukan pendapatan Rp20,16 triliun atau melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih juga naik tajam menjadi Rp433,49 miliar, didorong peningkatan volume penjualan dan harga emas.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, mengatakan momentum ini menunjukkan kuatnya strategi perseroan dalam menangkap peluang pasar.

“Pertumbuhan ini mencerminkan efektivitas strategi kami dalam memperkuat ekosistem bisnis sekaligus memperluas jangkauan pasar,” ujar Sandra dalam Public Expose, Rabu (3/6/2026).

Tak hanya mencatat kinerja impresif, HRTA juga membagikan dividen Rp40 per saham dari laba tahun buku 2025, dengan rasio payout 18,83%. Langkah ini dinilai memperkuat kepercayaan investor di tengah tren emas sebagai instrumen lindung nilai.

Dari sisi bisnis, segmen grosir masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi lebih dari 90% terhadap pendapatan, termasuk kerja sama dengan bullion bank dan perbankan syariah.

Untuk memperluas pasar ritel, HRTA menghadirkan inovasi ATM HRTA Gold yang memudahkan pembelian emas secara cepat dan praktis. Saat ini, fasilitas tersebut telah tersedia di beberapa titik strategis di Jakarta dan Bandung.

Direktur Keuangan HRTA, Ong Deny, menyebut kinerja sepanjang 2025 juga mencetak rekor tertinggi dengan pendapatan Rp44,55 triliun dan laba bersih Rp978,49 miliar.

Ke depan, perseroan akan fokus memperkuat branding, memperluas jaringan toko, serta mengejar sertifikasi internasional London Bullion Market Association (LBMA) guna meningkatkan daya saing global.

Dengan kapasitas produksi mencapai 60 ton per tahun dan jaringan ritel yang terus bertambah, HRTA optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain utama industri emas nasional.

Editor : Hasiholan Siahaan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network