Dongkrak Efisiensi Sektor Tambang dan Migas, Kapal Kargo Logistik Mulai Beroperasi

Aries
Kapal Interport Sandikala VII, armada logistik serbaguna berdesain khusus. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Sektor logistik maritim nasional kembali menorehkan sejarah baru dengan hadirnya armada angkut modern yang dirancang khusus untuk memecah kebuntuan jalur distribusi di wilayah terpencil. Pelayaran perdana kapal serbaguna berbendera Indonesia ini menandai babak baru dalam efisiensi pengiriman material berat lintas pulau.

Armada anyar ini mengusung fleksibilitas tinggi karena mampu mengombinasikan ruang muat antara peti kemas dengan kargo curah kering dalam satu kompartemen secara optimal. Keunggulan teknis tersebut menjadikannya sebagai jawaban paling rasional atas tantangan topografi perairan nusantara yang sangat beragam dan penuh rintangan.

"Kehadiran Interport Sandikala VII menandai tonggak penting dalam upaya kami memperkuat konektivitas logistik di wilayah yang selama ini sulit dijangkau," ujar Wakil Presiden Direktur Interport, Yukki Nugrahawan Hanafi, dalam keterangannya, Senin (15/6/2026). 

Yukki menjelaskan bahwa spesifikasi armada terbarunya, Interport Sandikala VII sengaja disesuaikan dengan karakteristik operasional industri hulu yang menuntut pergerakan serbacepat. Kapal ini menjalankan pelayaran perdana dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Balikpapan, dengan estimasi waktu tempuh perjalanan selama 4 hari.

Dimensi bodi yang ringkas serta jarak lambung bawah air yang tergolong dangkal membuat kapal ini sangat lincah menyusuri kawasan sungai pedalaman. Kemampuan penetrasi mendalam tersebut menjadi angin segar bagi pelaku usaha yang selama ini kerap terhambat oleh masalah pendangkalan alur pelayaran.

"Kapal ini dirancang khusus untuk memenuhi tuntutan operasional industri pertambangan yang membutuhkan solusi pengiriman yang adaptif dan andal," tambah Yukki saat merinci fungsi strategis armadanya. Guna menjamin kemandirian kerja di pelabuhan perintis, dek kapal juga sudah dipersenjatai dengan derek bertenaga raksasa untuk bongkar muat mandiri.

Penyematan sistem penggerak baling-baling modern makin menyempurnakan daya manuver kapal saat harus bersandar di dermaga dengan ruang olah gerak yang sangat terbatas. Sertifikasi kelayakan dari otoritas klasifikasi nasional pun telah dikantongi demi menjamin standar keselamatan pelayaran yang tinggi.

Kombinasi keandalan mekanis ini dinilai sangat ideal bagi pemenuhan rantai pasok proyek strategis nasional, termasuk operasional minyak, gas bumi, serta infrastruktur berskala masif. Sektor-sektor penyumbang devisa negara tersebut kini tidak perlu lagi mencemaskan keterbatasan fasilitas pelabuhan tujuan di area remote. Melalui komitmen ekspansi armada ini, integrasi ekonomi antara pusat manufaktur dan wilayah penghasil bahan baku diyakini akan berjalan semakin solid. 

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network