‎Perang Bintang AADC Rebut Konsumen, Reputasi Produk Herbal Jadi Taruhan

Elva
Poster film AADC. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Persaingan dua merek obat herbal masuk angin, Antangin JRG dan Tolak Angin, belakangan menyita perhatian publik. Bukan hanya karena kreativitas iklannya, tapi juga karena keduanya menghadirkan dua ikon film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC), Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, sebagai wajah kampanye masing-masing.

‎Di balik persaingan tersebut, terselip isu yang lebih besar, yakni bagaimana industri produk kesehatan membangun kembali kepercayaan masyarakat di tengah derasnya informasi mengenai keamanan bahan obat herbal.

‎Beberapa waktu terakhir, media sosial diramaikan berbagai perbincangan mengenai kandungan bahan herbal dalam produk masuk angin. Salah satunya menyangkut eugenol, senyawa alami yang terdapat pada cengkeh. Isu tersebut sempat memicu kekhawatiran sebagian masyarakat terkait kemungkinan efeknya terhadap lambung, terutama bagi penderita gangguan asam lambung atau GERD.

‎"Krisis eugenol bukanlah badai pertama yang menerpa brand produk kami. Jika dilihat, jejak rekam kontroversi kandungan produk ini cukup panjang," kata Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani, Senin (29/6/2026). 

‎Dia menjelaskan, pada 2015, produknya yang dijual di California, Amerika Serikat, sempat ditempeli label 'Prop 65 Warning'. Ini karena otoritas keamanan pangan setempat sempat menduga adanya kandungan logam berat mematikan di dalam produk tersebut.

‎"Namun, uji laboratorium di National Food Lab California dapat membuktikan produk tersebut aman dan labelnya pun dicopot. Namun, insiden ini sempat mencoreng nama baik perusahaan kami mata publik internasional," ujar Maria.

‎Selain eugenol, menurut dia, penggunaan bahan seperti kayu angin (Usnea barbata) dan kayu ules juga kerap memicu perdebatan di media sosial mengenai efek samping penggunaannya dalam jangka panjang.

‎"Dalam konteks inilah, penggunaan figur populer, seperti Nicholas Saputra, menjadi langkah taktis kami. Citra Nicholas yang selektif, berintegritas, dan lekat dengan advokasi lingkungan diharapkan mampu menjadi perisai kredibilitas. “Nicholas ini orangnya sangat hati-hati," ungkapnya.

‎Hal ini sejalan dengan pernyataan Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, yang secara tersirat menyinggung krisis hoaks eugenol saat peluncuran kampanye tersebut.

‎“Kita ini hidup di tengah media sosial yang satu hari berita-beritanya bisa membuat kita roboh karena berita hoaks,” tegas Irwan.

‎Sementara itu, pengulas iklan Ad Nut dari Campaign Indonesia menerangkan, pada akhirnya, perang bintang AADC di layar kaca ini menunjukkan, celebrity endorser bukan sekadar alat pendongkrak penjualan. Bagi merek herbal yang rentan terhadap isu kesehatan dan keamanan bahan baku, sosok seperti Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo adalah benteng pertahanan narasi.

‎“Ini bukan hanya perang produk. Ini perang cara memandang angin: apakah  harus dikeluarkan atau dilawan," ucapnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network