ART Tewas Diduga Dianiaya Sesama ART, Keluarga Minta Polisi Usut Dugaan Pembunuhan

Aries
Kasus tewasnya ART berinisial RR di Perumahan Kota Wisata, Bogor, berbuntut panjang. Kuasa hukum keluarga korban menyoroti sejumlah kejanggalan dan dugaan pembunuhan. (Foto: Istimewa).

BOGOR, iNewsTangsel - Kasus tewasnya seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial RR (26) di Perumahan Kota Wisata, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Kematian korban diduga berkaitan dengan serangkaian penganiayaan yang dilakukan oleh sesama ART di rumah majikannya.

Kuasa hukum keluarga korban Dolan Alwindo Colling, mengungkapkan bahwa polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut. 

"Saat ini pihak penyidik Reskrim Polsek Cileungsi telah menetapkan tiga orang tersangka dan telah ditahan serta pada tanggal 26 Juni 2026 telah dilakukan rekonstruksi sebanyak 33 adegan," kata Dolan, dalam keterangannya, dikutip Senin (29/6/2026).

Berdasarkan hasil rekonstruksi dan keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula saat anak majikan berinisial HO alias Ade hendak berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta pada 26 Mei 2026. Sebelum berangkat, korban diminta mencari charger jam tangan milik majikan yang dinyatakan hilang, namun barang tersebut tidak berhasil ditemukan.

Dolan menjelaskan, sehari setelahnya korban diduga mulai mengalami penganiayaan oleh tiga rekan sesama ART, yakni Faridawati Rusliani, Nia Ramadini, dan Yuliati. "Korban disuruh membuka pakaian hingga hanya mengenakan pakaian dalam, disiram air panas dari water heater, serta dipukul menggunakan botol obat nyamuk pada bagian mulut dan wajah," ujarnya.

Penganiayaan diduga berlanjut pada 28 Mei 2026 ketika korban kembali dipukul menggunakan gagang sapu di bagian wajah. Setelah mengalami kekerasan berulang, kondisi kesehatan korban terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 30 Mei 2026.

Kuasa hukum keluarga korban menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut. Menurut Dolan, tidak adanya laporan segera kepada polisi dan jenazah yang langsung dipulangkan ke kampung halaman menjadi hal yang perlu didalami lebih lanjut.

"Pertama perlu dipastikan waktu dan penyebab kematian korban karena sejak awal tidak ada upaya melaporkan kejadian ini ke polisi. Kedua, perlu didalami apakah benar saat kejadian majikan dan keluarganya sedang berada di Medan dengan membuktikan data perjalanan mereka," katanya pengacara dari Kantor Hukum Sarumaha & Partners tersebut.

Selain itu, pihak keluarga juga mempertanyakan mengapa telepon genggam para tersangka dan majikan tidak disita sebagai barang bukti. Mereka juga menyoroti tidak adanya pemasangan garis polisi di tempat kejadian perkara dan tidak dilakukannya pemeriksaan terhadap water heater yang diduga menyebabkan luka bakar parah pada korban.

Dolan menegaskan, keluarga korban berharap penyidik dapat mengungkap seluruh fakta yang belum terungkap dan memeriksa kemungkinan adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab. "Kami meminta secara terbuka kepada Polsek Cileungsi agar mengusut tuntas setiap orang yang harus bertanggung jawab dalam kematian korban, dan para pelaku harus disangkakan dengan pasal pidana berlapis," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cileungsi Kompol Edison membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan bahwa penganiayaan bermula dari hilangnya charger jam tangan milik majikan. 

"Setelah pencarian tidak membuahkan hasil, salah satu pelaku mengancam akan menyiram korban dengan air panas dan kemudian ketiga pelaku secara bergantian menyiram tubuh korban hingga mengalami luka melepuh," ujar Edison.

Polisi menyatakan penyidikan masih terus berjalan guna mengungkap seluruh fakta di balik kematian tragis ART berinisial RR tersebut. Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena dinilai menyisakan banyak pertanyaan terkait motif, peran para pelaku, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network