‎Perkuat Transformasi Bisnis, Bank Ini Andalkan Ekosistem dan Digitalisasi

Elva
Dengan transformasi bisnis dan layanan digital, KB Bank optimistis menjaga pertumbuhan berkelanjutan. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - ‎PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) terus memperkuat transformasi bisnis dengan mengedepankan pengembangan layanan berbasis ekosistem, digitalisasi, dan peningkatan kualitas nasabah sebagai strategi utama untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di industri perbankan.

‎Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie mengatakan, Indonesia masih menjadi salah satu pasar keuangan paling potensial. Karena itu, pihaknya berkomitmen menjadi mitra keuangan terpercaya bagi masyarakat dengan menghadirkan solusi keuangan yang relevan sesuai kebutuhan nasabah.

‎"Hingga akhir 2025, kami memiliki jaringan lebih dari 153 kantor layanan dengan 29 Kantor Cabang Utama, 122 Kantor Cabang Pembantu dan 2 Kantor Fungsional yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan aset Rp89, 8 triliun serta mempertahankan peringkat kredit idAAA dengan prospek stabil," katanya, Kamis (2/7/2026).

‎Menurut Kunardy, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang. Sehingga transformasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada kinerja keuangan, tapi juga membangun institusi keuangan yang semakin dipercaya masyarakat.

‎"Transformasi yang kami lakukan bertumpu pada 5 pilar utama, diantaranya memperkuat bisnis yang berkelanjutan, mengembangkan sumber daya manusia, membangun hubungan yang erat dengan regulator dan para pemangku kepentingan, serta memperkuat reputasi perusahaan," urainya.

‎Sementara itu, Direktur Wholesale KB Bank Widodo Suryadi menambahkan, pihaknya kini semakin fokus mengembangkan model bisnis berbasis ekosistem. Pendekatan ini dinilai mampu memperdalam hubungan dengan nasabah sekaligus meningkatkan kualitas penyaluran kredit.

‎"Sebagai contoh, kami menjalin kerja sama dengan sektor rumah sakit yang tidak hanya menyediakan pembiayaan, tapi juga menghadirkan layanan transaksi bagi seluruh ekosistem, mulai dari dokter, tenaga kesehatan, pemasok alat kesehatan, hingga perusahaan asuransi dan BPJS," terangnya.

‎Ia menjelaskan, model bisnis tersebut memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap rantai bisnis nasabah sehingga proses analisis kredit menjadi lebih cepat, akurat, dan terukur.

‎"Pendekatan serupa juga kami terapkan pada sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Melalui pembiayaan berbasis ekosistem, kami dapat menjangkau para pemasok maupun distributor yang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan besar," ujarnya.

‎Selain memperkuat bisnis wholesale, lanjut Widodo, pihak juga terus mengembangkan layanan ritel dengan mengedepankan loyalitas nasabah melalui produk simpanan, layanan transaksi, dan pengelolaan kekayaan (wealth management).

‎"Kami memperluas layanan bagi nasabah prioritas melalui pembukaan Premier Center. Setelah hadir di Semarang, layanan serupa akan diperluas ke Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bandung," imbuhnya.

‎Widodo menerangkan, digitalisasi tetap menjadi salah satu fokus utama. Namun, teknologi bukan untuk menggantikan hubungan dengan nasabah, melainkan memperkuat kualitas layanan dan memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah, cepat, dan nyaman.

‎"Ke depan, kami akan terus menempatkan kapabilitas digital sebagai salah satu prioritas utama untuk mendukung pertumbuhan bisnis, meningkatkan efisiensi, serta menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah," katanya.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network