Canggih Banget! Pintu Rumah Kini Bisa Kenali Wajah dan Tangan Pemiliknya

Denny Pohan
Teknologi yang terintegrasi memungkinkan pengguna mendapatkan notifikasi secara langsung dan merespons situasi dengan lebih cepat. Foto ist

TANGSEL, iNewsTangsel.id - Teknologi biometrik menjadi sorotan dalam IndoBuildTech (IBT) 2026, seiring meningkatnya penggunaan sistem keamanan berbasis pengenalan wajah dan pola vena telapak tangan pada hunian modern. Metode ini dinilai lebih aman dibandingkan kunci konvensional karena sulit dipalsukan dan tidak bergantung pada perangkat fisik.

Selain itu, perkembangan teknologi smart home kini mengarah pada sistem yang saling terintegrasi. Berbagai perangkat seperti kunci pintar, kamera keamanan, dan sistem kontrol rumah dapat terhubung dalam satu aplikasi, sehingga memudahkan pengguna dalam mengelola keamanan dan aktivitas rumah secara real-time.

Sistem keamanan hunian juga mulai mengadopsi fitur peringatan dini terhadap potensi risiko. Perangkat tidak hanya merekam kejadian, tetapi mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan dan mengirimkan notifikasi otomatis kepada pengguna. Dukungan koneksi seluler pada perangkat juga memungkinkan sistem tetap berfungsi di area dengan keterbatasan jaringan Wi-Fi.

Perkembangan teknologi tersebut ditampilkan dalam pameran IndoBuildTech 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City pada 8–12 Juli 2026. Ajang ini menjadi wadah bagi pelaku industri untuk memperkenalkan inovasi terbaru di sektor konstruksi dan teknologi hunian.

Country Manager EZVIZ Indonesia, Paul Fang, mengatakan perkembangan teknologi keamanan rumah saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pemantauan, tetapi juga pada kemampuan mencegah risiko sejak dini.

“Teknologi yang terintegrasi memungkinkan pengguna mendapatkan notifikasi secara langsung dan merespons situasi dengan lebih cepat,” ujarnya dalam keterangan di sela pameran, Kamis (9/7/2026).

Sementara itu, Marketing Manager EZVIZ Indonesia, Oktavia Mega Wati, menambahkan bahwa integrasi antar-perangkat menjadi kunci dalam menciptakan sistem hunian yang efisien dan mudah digunakan.

“Melalui satu sistem yang terhubung, pengguna dapat mengontrol berbagai perangkat sekaligus, mulai dari akses masuk hingga pemantauan keamanan,” katanya.

Dalam pameran tersebut, sejumlah teknologi yang ditampilkan menunjukkan pergeseran dari sistem keamanan yang bersifat reaktif menjadi preventif.

Integrasi antara perangkat akses masuk dan kamera keamanan, misalnya, memungkinkan pemantauan otomatis saat pintu dibuka serta pengiriman notifikasi secara langsung.

Selain itu, penggunaan jaringan seluler pada kamera keamanan menjadi solusi untuk memperluas jangkauan penggunaan perangkat, terutama di area yang belum memiliki koneksi internet tetap. Teknologi ini memungkinkan sistem tetap berjalan optimal dalam berbagai kondisi.

IndoBuildTech 2026 tidak hanya menampilkan inovasi teknologi, tetapi juga memperlihatkan arah perkembangan industri konstruksi yang semakin mengadopsi sistem digital dalam perencanaan hunian.

Kebutuhan akan rumah yang aman, praktis, dan terkoneksi menjadi faktor utama yang mendorong adopsi teknologi smart home di Indonesia.

Pameran ini dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juli 2026 dan diikuti oleh berbagai perusahaan dari sektor konstruksi, material bangunan, serta teknologi hunian modern yang menghadirkan solusi untuk mendukung pembangunan masa depan.

Editor : Hasiholan Siahaan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network