JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perawatan anti-aging tidak lagi identik dengan usia lanjut. Karena proses regenerasi kulit mulai melambat sejak memasuki usia pertengahan 20-an, sehingga perawatan untuk menjaga kesehatan kulit perlu dilakukan lebih dini. Salah satu bahan aktif yang mulai banyak digunakan dalam industri kecantikan adalah Polydeoxyribonucleotide (PDRN).
Product & Innovation Manager Amura, Catherine menjelaskan, teknologi PDRN telah lama dimanfaatkan dalam berbagai perawatan kulit di Korea Selatan karena dikenal membantu mendukung regenerasi kulit, dan kini mulai diadaptasi ke dalam produk skincare harian.
"Melihat tren tersebut, kami pun memanfaatkan ekstrak ginseng sebagai sumber Sodium DNA dalam formulasi perawatan kulit ke dalam produk berbasis Ginseng PDRN," katanya, Jumat (17/7/2026) .
Ia menjelaskan, produk tersebut dipadukan dengan sejumlah bahan aktif lain, seperti Pureblome™, Exosome Centella, Hyaluronan Complex, Soybean Extract, Mangosteen Extract, Glycerin, serta lima jenis ceramide yang diformulasikan untuk membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus memperkuat lapisan pelindung (skin barrier).
"Tren skincare kini tidak lagi hanya berfokus pada memperbaiki tampilan kulit, tapi juga mendukung regenerasi kulit agar tetap sehat dalam jangka panjang. Melalui Ginseng PDRN Series, kami ingin menghadirkan inovasi berbasis sains yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia sebagai bagian dari rutinitas skincare sehari-hari," ujarnya.
Menurutnya, seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit memperbaiki diri secara alami mengalami penurunan. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya tanda-tanda penuaan, seperti garis halus, kulit lebih kering, berkurangnya elastisitas, hingga warna kulit yang tampak tidak merata.
"Faktor eksternal seperti paparan sinar ultraviolet (UV), polusi udara, stres, dan kurang tidur juga diketahui dapat mempercepat proses penuaan kulit. Karena itu, tren perawatan kulit kini tidak hanya berfokus pada menjaga kelembapan, tapi juga mendukung proses regenerasi kulit," terangnya.
Ia menambahkan, selain mengusung teknologi yang umum digunakan dalam perawatan profesional, formulasi produk juga dirancang bertekstur ringan dan mudah menyerap sehingga dapat digunakan berbagai jenis kulit.
"Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit sejak dini turut mendorong berkembangnya inovasi skincare berbasis sains. Kehadiran teknologi regenerasi kulit dalam produk harian diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan kulit sebagai investasi jangka panjang," ungkapnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
