Indonesia Percepat Akses AI di Daerah untuk Ciptakan Talenta Global

Denny Pohan
Pendekatan ini diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan solusi berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan industri. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Upaya pemerataan pendidikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia kembali menguat seiring ekspansi program studi AI ke sejumlah kampus di berbagai daerah. Langkah ini dinilai sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan talenta digital di tengah percepatan transformasi teknologi.

Perluasan pembelajaran AI dilakukan ke beberapa kota seperti Bekasi, Bandung, Malang, Semarang, hingga Medan. Kebijakan ini menandai pergeseran pendekatan pendidikan tinggi yang tidak lagi terpusat di kota besar, melainkan mulai menjangkau lebih banyak wilayah untuk mengurangi kesenjangan kualitas sumber daya manusia.

Selain memperluas akses, penguatan kurikulum juga menjadi fokus utama. Materi yang diajarkan mencakup teknologi seperti machine learning, natural language processing, computer vision, hingga Internet of Things (IoT) dan robotika. Pendekatan ini diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan solusi berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan industri.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, menyatakan bahwa pemerataan akses menjadi kunci dalam menyiapkan talenta masa depan. “Kami ingin memastikan setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk menguasai teknologi, tanpa terbatas lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Derwin Suhartono, menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap AI, bukan sekadar penggunaan teknologi. “AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Yang dibutuhkan adalah kemampuan memahami dan mengembangkan solusi secara bertanggung jawab,” katanya, Jumat (24/7/2026).

Ekspansi ini mencerminkan tren baru di sektor pendidikan tinggi, di mana penguasaan teknologi mutakhir seperti AI menjadi kebutuhan dasar. Namun, tantangan seperti kesiapan tenaga pengajar dan infrastruktur di daerah masih menjadi faktor penentu keberhasilan implementasinya ke depan.

Editor : Hasiholan Siahaan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network