‎Jaga Lingkungan, Dunia Usaha di Tangerang Diminta Taat Kelola Limbah

Elva
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat menghadiri workshop bertema “Kepatuhan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Limbah Domestik”. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Dunia usaha di Kabupaten Tangerang harus dapat meningkatkan kepatuhan dalam pengelolaan limbah domestik.  Hal ini sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

‎Demikianlah disampaikan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat menghadiri workshop bertema “Kepatuhan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Limbah Domestik”, Senin (10/8/2026).

‎Menurut Intan, pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan. Untuk itu, pertumbuhan investasi dan aktivitas usaha, perlu dibarengi dengan peningkatan kinerja lingkungan serta tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat.

‎“Pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berjalan bersama,” ujarnya Intan.

‎Ia mengatakan, pertumbuhan sektor industri, perdagangan, pergudangan, permukiman, dan berbagai aktivitas usaha telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian serta penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Tangerang.

‎"Namun, pertumbuhan tersebut juga harus diikuti dengan kesadaran perusahaan dalam menjaga lingkungan," imbuhnya.

‎Pengelolaan limbah, lanjutnya, tidak seharusnya hanya dilakukan ketika perusahaan menghadapi pemeriksaan, tapi menjadi bagian dari sistem manajemen dan budaya operasional sehari-hari.

‎“Jangan sampai kegiatan ekonomi menghasilkan keuntungan bagi perusahaan, tetapi meninggalkan beban pencemaran bagi masyarakat dan generasi berikutnya,” tegasnya.

Intan juga meminta perusahaan memastikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik berfungsi dengan baik dan mendapatkan pemeliharaan secara rutin. Selain itu, hasil pengolahan limbah harus memenuhi baku mutu sebelum dilepaskan ke lingkungan.

‎"Penerapan prinsip reduce, reuse, recycle, dan recovery (4R) serta efisiensi penggunaan sumber daya dan konsep ekonomi sirkular dalam kegiatan usaha," ucap Intan.

‎Ia menjelaskan, upaya menjaga lingkungan tidak selalu harus menggunakan teknologi berbiaya tinggi. Perusahaan dapat memilih teknologi tepat guna yang efektif, terukur, dan mudah dalam pemeliharaannya.

‎“Pengelolaan lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi mahal, tetapi dapat menggunakan teknologi tepat guna yang efektif, terukur dan mudah dipelihara,” katanya.

‎Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, lanjut Intan, akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap dunia usaha. Perusahaan yang telah memenuhi ketentuan diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya.

‎"Sementara perusahaan yang masih memiliki kekurangan akan didorong melakukan perbaikan terhadap pengelolaan lingkungannya," pungkas Intan.



Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network