UMKM Perempuan Jadi Sasaran Penguatan Kapasitas Bisnis

Elva
Edukasi keuangan digital dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung UMKM perempuan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - ‎Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan masih membutuhkan penguatan kapasitas untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan daya saing usaha. Hal ini terlihat dari tingginya minat terhadap program pelatihan bisnis yang ditujukan bagi pelaku UMKM perempuan. Salah satunya dilakukan PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat) yang menggelar Womenpreneurship Business Bootcamp.

‎"Tercatat hingga 20 Agustus 2026, sebanyak 220 pelaku UMKM perempuan dari 24 provinsi telah mendaftar. Pendaftaran dibuka sejak 10 Agustus dan akan berlangsung hingga 22 Agustus 2026. Adapun jenis usaha yang dijalankan cukup beragam, antara lain kuliner, fesyen, kerajinan, hingga usaha yang memanfaatkan limbah plastik menjadi produk bernilai tambah," kata Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia Anna Maria Chosani, Jumat (21/8/2026).

‎Ia menjelaskan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kebutuhan pelaku UMKM perempuan terhadap pengembangan kemampuan usaha, khususnya dalam aspek teknis bisnis dan pengelolaan keuangan.

‎“Antusiasme para pelaku UMKM perempuan menunjukkan adanya kebutuhan terhadap pengembangan kapasitas dan pengelolaan usaha,” ujar Anna. 

‎Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital pada 2025, sekitar 64,5 persen dari 65,5 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Jumlah perempuan yang menjadi wirausaha tercatat sekitar 37 juta orang.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran perempuan dalam aktivitas UMKM sekaligus kebutuhan terhadap peningkatan kemampuan pengelolaan bisnis.

‎"Untuk itu, akses pembiayaan dinilai perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas agar pelaku usaha mampu mengelola modal dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan," imbuhnya.

‎Anna mengungkapkan, dalam program yang akan digelar 5 September hingga 3 Oktober 2026 itu, peserta akan mendapatkan pelatihan mengenai pengelolaan usaha, pemasaran digital, literasi keuangan, pengembangan produk, perencanaan bisnis, serta strategi pengembangan usaha.

‎"Setelah pendaftaran ditutup, peserta akan melalui proses seleksi. Sekitar 15 hingga 20 pelaku UMKM perempuan akan dipilih berdasarkan sejumlah indikator.  Diantaranya, potensi pertumbuhan usaha, dampak terhadap masyarakat dan lingkungan, serta aspek keberlanjutan dari produk maupun kegiatan bisnis," terangnya.

‎Ia menambahkan, pada tahap akhir, sebanyak 7 hingga 10 peserta dengan rencana bisnis terbaik akan memperoleh dukungan modal usaha dengan total nilai hingga Rp30 juta. Sementara itu, dua peserta terbaik akan mendapatkan kesempatan memamerkan produknya untuk memperluas eksposur dan membuka akses pasar.

‎"Penguatan kapasitas tersebut menjadi salah satu kebutuhan penting bagi UMKM perempuan, mengingat tantangan pengembangan usaha tidak hanya berkaitan dengan akses permodalan, tapi juga kemampuan menyusun strategi bisnis, mengelola keuangan, melakukan pemasaran, serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar," pungkas Anna. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network