SERPONG, iNewsTangsel - Tiga remaja asal Tangerang Selatan (Tangsel) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kini menjalani proses pemulihan setelah dipulangkan dari Jawa Timur. Ketiganya sebelumnya tergiur tawaran pekerjaan di Bali dengan iming-iming gaji mencapai Rp9 juta per bulan, namun justru berakhir dalam situasi eksploitasi seksual.
Ketiga korban masing-masing berinisial RM (17), ST (17), dan TS (18), dipulangkan oleh Dinas Sosial Jawa Timur pada Kamis (13/8/2026). Setelah tiba di Tangsel, mereka mendapat pendampingan dari pekerja sosial dan psikolog untuk membantu proses pemulihan dari pengalaman yang dialami.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Tangsel, Carsono, mengatakan penanganan terhadap ketiga korban saat ini dilakukan secara menyeluruh.
“Saat ini, ketiga remaja tersebut telah berada dalam pendampingan penuh oleh pekerja sosial dan psikolog dari Dinsos Kota Tangerang Selatan,” kata Carsono saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).
Ketiga remaja tersebut sebelumnya berada di bawah kendali seorang muncikari yang menawarkan pekerjaan dengan janji penghasilan besar. Namun, mereka disebut diwajibkan melayani hingga 30 tamu dan baru dua hari menjalankan aktivitas tersebut sebelum terjaring dalam penggerebekan.
Dalam proses penanganan perkara, muncikari tersebut disebut sempat menolak bertanggung jawab dan memberikan tekanan kepada para korban. Meski menghadapi ancaman untuk memberikan keterangan yang tidak sesuai fakta, ketiganya memilih menyampaikan informasi sebenarnya kepada pihak berwajib agar dapat kembali ke rumah dan melanjutkan pendidikan.
Dinsos Tangsel kini memprioritaskan pemulihan kondisi fisik, mental, dan psikososial ketiga remaja tersebut melalui pendampingan tim terkait. “Fokus utama kami adalah pemulihan kondisi fisik, mental, dan psikososial para korban,” ujar Carsono.
Selain pemulihan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan dan masa depan para korban. Carsono menegaskan, “Kami berkomitmen untuk memfasilitasi hak pendidikan mereka dan memastikan mereka mendapatkan lingkungan yang aman dan mendukung.”
Ketiga korban juga disebut memiliki keinginan untuk kembali bersekolah serta menjalani kehidupan seperti remaja seusianya. Dinsos Tangsel terus melakukan pendampingan agar proses pemulihan berjalan dengan baik sekaligus membantu mereka kembali menjalani kehidupan secara aman dan normal.
Editor : Aris
Artikel Terkait
