TANGERANG, iNewsTangsel.id - Studi kasus perusahaan dan institusi Indonesia dinilai dapat memperkuat pembelajaran pemasaran di perguruan tinggi karena memberikan gambaran yang lebih dekat dengan kondisi pasar dan perilaku konsumen Tanah Air. Pendekatan ini membantu mahasiswa menghubungkan teori pemasaran dengan persoalan bisnis yang terjadi secara nyata.
Kehadiran kasus lokal juga membuka ruang kolaborasi antara akademisi dan industri. Pengalaman perusahaan dapat dikaji menggunakan kerangka akademik, sementara dunia pendidikan memperoleh materi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan bisnis Indonesia.
Selain memperkaya pembelajaran, studi kasus memperlihatkan pentingnya inovasi dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan konsumen. Organisasi dituntut mampu membaca perubahan, mengambil keputusan, serta mengembangkan strategi agar tetap relevan di tengah persaingan.
Salah satu contoh yang diangkat adalah transformasi BINUS Online (BION) dalam mengembangkan pendidikan tinggi berbasis daring. Perjalanan tersebut menjadi studi kasus berjudul “Higher Education Without Borders: BINUS Online (BION), Rising with Degrees in Motion” dalam buku Kotler Essentials of Marketing, Indonesia Edition.
Kasus BION membahas bagaimana pendidikan tinggi berbasis daring merespons perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pembelajar. Transformasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan platform digital, tetapi juga menyangkut pengalaman belajar, inovasi layanan, serta kemampuan institusi memahami dinamika pasar Indonesia.
Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., Vice President BINUS Higher Education dan Director BINUS Online, mengatakan “ Perjalanan pendidikan daring menunjukkan pentingnya kemampuan institusi beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pembelajar dan perkembangan dunia kerja”, ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Sementara itu, Lydia Tjahaja, Consumer Health Director Menarini Indonesia, memaparkan studi kasus Transpulmin yang mengangkat strategi consumer-centric untuk mempertahankan relevansi legacy brand di tengah perubahan generasi konsumen. Prof. Amalia E. Maulana, Ph.D., Professor of Marketing BINUS University, yang juga menjadi salah satu penulis studi kasus dalam buku tersebut, bertindak sebagai moderator forum “Learning from Indonesian Marketing Success Stories”.
Melalui dua studi kasus dari sektor pendidikan tinggi dan consumer healthcare tersebut, peserta diajak memahami hubungan antara marketing theory dan praktik bisnis. Forum ini sekaligus memperkuat pendekatan case-based learning agar pengalaman industri Indonesia dapat menjadi sumber pengetahuan bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
