JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pertumbuhan impor Indonesia yang mencapai 19,94 persen pada Januari-Juli 2026 menunjukkan semakin kuatnya aktivitas perdagangan lintas negara sekaligus meningkatkan kebutuhan tenaga kerja yang memahami ekspor-impor, kepabeanan, dan rantai pasok global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Indonesia pada Januari-Juli 2026 mencapai US$163,33 miliar, tumbuh 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, ekspor tercatat US$167,03 miliar atau naik 4,43 persen.
Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus US$3,70 miliar hingga Juli 2026. Perbedaan laju pertumbuhan ekspor dan impor menjadi salah satu gambaran meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia dengan pasar internasional.
Kebutuhan kompetensi di bidang perdagangan global turut menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan tinggi. Sejumlah kemampuan yang dinilai relevan mencakup pengelolaan ekspor-impor, kebijakan perdagangan, kepabeanan, rantai pasok, analisis data, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Kondisi tersebut menjadi latar peluncuran program studi Global Trade Management (GTM) di bawah BINUS Business School Undergraduate Program di BINUS Bekasi, Rabu (16/9/2026). Program tersebut diperkenalkan bersamaan dengan peringatan satu dekade BINUS Bekasi.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
