Kapal Terbesar Uji Sandar di Pelabuhan Patimban, Perkuat Kapasitas Logistik Indonesia

Aries
MV Blanco Ace berhasil melakukan uji sandar di Pelabuhan Patimban, menandai peningkatan peran Patimban dalam rantai pasok Indonesia. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsTangsel - Keberhasilan MV Blanco Ace melakukan uji sandar di Pelabuhan Patimban menjadi penanda penting bagi perkembangan fasilitas tersebut dalam mendukung jaringan logistik nasional. Kapal Pure Car Carrier (PCC) dengan panjang hampir 200 meter itu memiliki tonase sekitar 72.700 GT dan kapasitas angkut hingga 5.906 kendaraan.

Dalam kunjungannya, kapal tersebut membongkar sekitar 1.101 unit truk setelah sebelumnya berlayar dari Hambantota, Sri Lanka. Kehadiran kapal berukuran besar itu sekaligus menunjukkan meningkatnya kemampuan Pelabuhan Patimban dalam menangani aktivitas bongkar muat kendaraan berskala besar.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menilai keberhasilan tersebut mencerminkan perkembangan kesiapan infrastruktur dan operasional Pelabuhan Patimban. Menurut dia, kemampuan melayani kapal besar juga menjadi sinyal bahwa Patimban mulai memperoleh kepercayaan dalam jaringan pelayaran internasional.

"Ini bukan sekadar mengenai kapal terbesar yang pernah sandar, namun juga milestone penting pengakuan pelayaran internasional terhadap Pelabuhan Patimban," ujar Yukki, dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026). Ia menilai Patimban semakin menunjukkan kapasitas untuk menangani kapal besar dan peningkatan volume kargo secara aman, efisien, serta kompetitif.

Menurut Yukki, posisi Patimban perlu dilihat dari kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus salah satu basis manufaktur utama di kawasan ASEAN. Letaknya yang berdekatan dengan sentra industri otomotif dan manufaktur di Jawa Barat membuat pelabuhan tersebut memiliki peluang besar dalam memperkuat konektivitas ekspor-impor kendaraan.

"Industri tidak hanya membutuhkan pelabuhan dengan kapasitas besar, yang dibutuhkan adalah sebuah ekosistem yang memberikan kepastian waktu, efisiensi biaya, konektivitas, digitalisasi, serta akses yang baik dari kawasan industri menuju pelabuhan," katanya. Karena itu, pengembangan infrastruktur pelabuhan dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan konektivitas kawasan industri dan jaringan transportasi. 

Perkembangan car terminal juga mulai berjalan bersama dengan bertambahnya layanan peti kemas internasional di Patimban. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong transformasi Patimban dari pelabuhan yang berfokus pada kendaraan menjadi bagian dari gerbang logistik dan rantai pasok yang lebih terintegrasi.

Yukki mengatakan bertambahnya kapal dan layanan internasional berpotensi menciptakan skala ekonomi sekaligus memperluas konektivitas langsung dengan pasar global. "Patimban harus kita bangun bukan hanya untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi kebutuhan Indonesia 10 sampai 20 tahun ke depan," tegasnya.

Ia menambahkan, pengembangan Pelabuhan Patimban tidak semestinya ditempatkan sebagai persaingan dengan pelabuhan lain karena setiap pelabuhan memiliki fungsi dan keunggulan yang berbeda. 

"Ukuran keberhasilannya adalah apakah kehadiran Patimban mampu menurunkan logistics cost, meningkatkan keandalan rantai pasok, memperkuat ekspor, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing Indonesia," tutup Yukki.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network