JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia mendorong kebutuhan terhadap inovasi bahan baku, formulasi, teknologi, hingga solusi yang mampu mengikuti perubahan preferensi konsumen. Kondisi ini menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 yang kembali hadir dengan skala lebih besar.
Industri makanan dan minuman tercatat tumbuh 6,51 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal II 2026. Pertumbuhan tersebut turut dipengaruhi perubahan gaya hidup dan meningkatnya perhatian konsumen terhadap produk makanan dan minuman yang lebih sehat.
Fi Asia Indonesia 2026 akan berlangsung pada 16–18 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”. Tahun ini, luas penyelenggaraan bertambah dari tujuh hall pada 2024 menjadi 11 hall.
Perluasan tersebut juga diikuti penguatan partisipasi internasional melalui lebih dari 10 Country Pavilions. Sejumlah negara yang hadir antara lain Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Uni Eropa.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Ir. Adhi S. Lukman mengatakan perkembangan industri membutuhkan kemampuan pelaku usaha untuk beradaptasi terhadap kebutuhan bahan baku, sumber alternatif, inovasi, dan jaringan mitra.
“Dibutuhkan platform yang mempertemukan antara industri, inovator, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih adaptif dan berdaya saing,” ujar Adhi.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
