Sementara itu, Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja menyebut Indonesia memiliki potensi sebagai salah satu pasar penting bagi perkembangan RWA di Asia Pasifik.
“Potensi tokenized real-world assets secara global sangat besar, dan Indonesia semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pasar yang paling menarik di kawasan Asia Pasifik,” kata Rania.
Pengembangan tersebut ditargetkan membawa jumlah aset tertokenisasi Ondo menjadi ratusan aset sepanjang 2026. Instrumen yang tersedia mencakup saham global seperti Apple dan NVIDIA, ETF dan indeks S&P 500 serta NASDAQ, hingga emas dan perak.
Di tengah ekspansi tersebut, investor tetap perlu memperhatikan risiko karena aset kripto dan aset tertokenisasi memiliki volatilitas yang signifikan
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
