Era AI Ubah Cara Generasi Muda Siapkan Masa Depan

Elva
Era AI pencari kerja dan talenta muda tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan, tapi juga harus memiliki kemampuan beradaptasi. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi digital mulai mengubah cara perusahaan bekerja sekaligus kompetensi yang dibutuhkan tenaga kerja. Perubahan ini mendorong pencari kerja dan talenta muda tidak cukup hanya mengandalkan latar belakang pendidikan, tapi juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dan memperbarui keterampilan secara berkelanjutan.

‎VP & Country Director Wadhwani Foundation Indonesia Herdian Mohammad mengatakan, perubahan teknologi membuat kesiapan kerja perlu dilihat lebih luas. Kemampuan belajar, memecahkan masalah, beradaptasi, dan menerapkan pengetahuan dalam lingkungan kerja yang berubah menjadi semakin penting.

‎“Dunia kerja sedang berubah dengan sangat cepat. Karena itu, kesiapan talenta tidak lagi cukup hanya dilihat dari latar belakang pendidikan atau pengetahuan yang dimiliki,” ujar Herdian, Selasa (22/9/2026).

‎Menurut dia, kemampuan belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting ketika teknologi dan AI mengubah cara kerja. Kondisi tersebut membuat upskilling dan reskilling menjadi kebutuhan bagi talenta yang akan memasuki maupun sudah berada di dunia kerja.

‎"Selain kesiapan kerja, kemampuan kewirausahaan juga dinilai penting. Untuk itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan melihat peluang, mengambil inisiatif, berpikir kreatif, dan menciptakan solusi, baik untuk membangun usaha maupun menghadapi persoalan di lingkungan kerja," ujarnya.

‎Sementara itu, Direktur Wadhwani Entrepreneurship Network (WEN) Indonesia, Dion Dewa Barata, menambahkan, kewirausahaan tidak semata-mata berkaitan dengan mendirikan perusahaan rintisan.

‎“Kemampuan untuk melihat peluang, mengambil inisiatif, memecahkan masalah, dan menciptakan solusi merupakan kemampuan yang relevan bagi siapa pun yang akan menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.

‎Ia menjelaskan, datanya menunjukkan, sepanjang Januari-Juli 2026, sebanyak 10.743 peserta tercatat mengikuti Wadhwani JobReady dan 5.710 di antaranya menunjukkan peningkatan kapabilitas yang terukur.

‎"Sedangkan, program kewirausahaan Wadhwani Ignite pada 2025 menjangkau 45.210 peserta melalui 232 lembaga mitra, dengan 31.205 peserta menyelesaikan program," imbuhnya.

‎Menurutnya, perubahan dunia kerja tersebut juga menunjukkan, persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan pencari kerja. Pertumbuhan bisnis yang mampu bertahan dan berkembang juga dibutuhkan untuk menciptakan lapangan kerja secara berkelanjutan.

‎"Karena itu, pengembangan talenta, kemampuan kewirausahaan, dan pertumbuhan bisnis menjadi tiga aspek yang saling berkaitan dalam menghadapi perubahan dunia kerja di tengah perkembangan teknologi dan AI," pungkasnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network