Energy Solutions Director PT Wärtsilä Indonesia, Febron Siregar, menilai tantangan ke depan bukan hanya menambah kapasitas energi terbarukan, tetapi memastikan listrik yang dihasilkan dapat terintegrasi secara efektif ke dalam sistem.
“Perencanaan sistem tenaga yang lebih fleksibel sejak saat ini dapat membantu Indonesia menghindari tantangan keandalan dan stabilitas ketika penetrasi energi terbarukan semakin tinggi,” ujar Febron.
Selain transisi energi, pertumbuhan AI dan komputasi awan menciptakan kebutuhan listrik baru melalui pembangunan pusat data. Fasilitas tersebut membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar dan stabil, sementara kapasitas jaringan di sejumlah lokasi belum tentu mampu mengikuti kecepatan pembangunan pusat data.
General Manager, Market Development, Middle East and Asia, Wärtsilä Energy, Patrik Farkas, mengatakan kepastian memperoleh pasokan listrik menjadi pertimbangan penting bagi pengembang pusat data.
“Bagi pusat data, kecepatan memperoleh pasokan listrik kini hampir sama pentingnya dengan akses terhadap listrik itu sendiri,” ujar Farkas.
Salah satu pendekatan yang mulai dilirik adalah pembangkitan listrik di lokasi atau onsite generation. Pembangkit modular memungkinkan pasokan ditambah secara bertahap mengikuti pertumbuhan kebutuhan pusat data ketika kapasitas jaringan belum mencukupi.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
