TANGERANG, iNewsTangsel.id -Pemerintah mendorong pelaku ekonomi kreatif di daerah meningkatkan skala usaha dan memperluas pasar hingga tingkat nasional dan internasional. Provinsi Banten menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian melalui penguatan ekosistem usaha, pengembangan jenama lokal, serta kolaborasi lintas sektor.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, ekonomi kreatif kini tidak lagi sekadar menjadi sektor penunjang, melainkan telah berkembang menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi tersebut perlu dioptimalkan dengan memperkuat pelaku usaha dan produk unggulan dari daerah.
Menurutnya, terdapat tiga fokus utama pemerintah dalam mengembangkan sektor ini, yakni aktivasi desa kreatif, creative hub, dan kota kreatif Indonesia.
"Ekonomi kreatif bukan lagi sektor penunjang, tetapi sudah menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah," ujar Riefky saat membuka kegiatan IDE-IND di kawasan BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya berupaya membangun pusat-pusat ekonomi kreatif baru, tetapi juga mengoptimalkan fasilitas dan ekosistem yang telah dikembangkan pemerintah daerah maupun komunitas.
Strategi tersebut diarahkan untuk membawa produk dan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal menembus pasar nasional. Selanjutnya, jenama nasional yang memiliki daya saing akan didorong memasuki pasar internasional.
"Prioritas kami adalah mencari local hero untuk go national, kemudian mengkurasi national champion untuk go global," katanya.
Riefky menjelaskan, produk hasil kurasi nasional juga dipersiapkan untuk mengikuti Hajj Expo di Jeddah, Arab Saudi. Produk tersebut merupakan hasil pembinaan melalui sejumlah creative hub dan mencakup subsektor berbasis budaya, desain, teknologi digital, hingga media.
"Karena itu, perluasan pasar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku usaha, hingga industri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka kemitraan bisnis, meningkatkan komersialisasi produk, dan menciptakan lapangan kerja baru," terangnya.
Ia mengungkapkan, salah satu upaya penguatan ekosistem tersebut diwujudkan melalui kegiatan IDE yang berlangsung pada 6-8 November 2026. Pameran ini menghadirkan pelaku usaha dari subsektor kriya, kuliner, fesyen, desain, gim, dan animasi.
"Sejumlah jenama lokal dan komunitas industri kreatif turut berpartisipasi untuk memperkenalkan produk serta membuka peluang kerja sama bisnis," imbuhnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu menerangkan, Banten menjadi salah satu lokus pelaksanaan program Kreatif Daerah Indonesia (KDI) 2026.
Program tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah sekaligus memperluas akses pasar produk lokal. KDI Banten melibatkan empat kedeputian di Kementerian Ekonomi Kreatif dengan total 14 subprogram.
Kegiatan yang disiapkan meliputi fasilitasi konsultasi teknis, kelas dan workshop, pameran, promosi produk, publikasi jenama, serta pengembangan subsektor ekonomi kreatif.
"Melalui program tersebut, pemerintah berharap pelaku usaha lokal tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat daya saing dan menjangkau konsumen di luar daerah," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyebutkan, jumlah pelaku ekonomi kreatif di Banten telah mencapai lebih dari 4.000 orang. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah apabila didukung kebijakan dan kolaborasi yang tepat.
Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif perlu melibatkan lima unsur utama, yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media.
Pemerintah, kata dia, harus hadir melalui pendampingan, pengarahan kebijakan, serta dukungan pembiayaan. Sementara dunia usaha diharapkan membuka peluang kemitraan dan akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif.
"Kolaborasinya harus melibatkan lima unsur. Pemerintah harus betul-betul hadir, tidak bisa menyerahkan semuanya hanya kepada pelaku ekonomi kreatif," ujarnya.
Dimyati menilai, keterlibatan akademisi dan masyarakat, khususnya generasi muda, diperlukan untuk mendorong inovasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Adapun media dan teknologi informasi berperan memperluas promosi serta mempercepat penyebaran informasi produk kreatif.
"Kami berharap penguatan sektor ekonomi kreatif dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB), pendapatan masyarakat serta penyerapan tenaga kerja di Banten," tutup Dimyati.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
