JAKARTA, iNewsTangsel.id - Peralatan rumah tangga di Indonesia mulai mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Perangkat tidak lagi hanya mengandalkan fungsi dasar, tetapi mulai diarahkan untuk memberikan pengoperasian yang lebih praktis dan efisien.
Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya pengembangan perangkat yang memiliki konektivitas, pengaturan otomatis, serta kemampuan menyesuaikan penggunaan berdasarkan kebutuhan sehari-hari.
Penguatan teknologi juga berjalan bersamaan dengan perkembangan manufaktur lokal. Sejumlah fasilitas produksi peralatan rumah tangga dikembangkan di Indonesia untuk mendukung kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat rantai pasok.
Teknologi AI turut mendorong perubahan pada cara peralatan rumah tangga digunakan. Sistem pintar memungkinkan perangkat seperti pendingin udara, kulkas, mesin cuci, penyedot debu, hingga penjernih udara memiliki pengaturan yang lebih otomatis dan terhubung dengan perangkat digital.
Penggunaan AI juga diarahkan untuk membantu efisiensi energi dan memberikan kontrol yang lebih mudah kepada pengguna. Konektivitas melalui aplikasi memungkinkan sejumlah perangkat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh, sehingga fungsi peralatan rumah tangga semakin terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari strategi Midea Electronics Indonesia dalam memperkuat bisnis di pasar domestik. Perusahaan memiliki fasilitas produksi AC dan mesin cuci di Cikarang serta pabrik kulkas di Karawang yang dibangun sejak 2024.
Vice President Midea Electronics Indonesia Michael Adisuhanto mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi pertumbuhan pasar maupun perkembangan kebutuhan konsumen. Karena itu, kami terus memperkuat fondasi bisnis kami di sini, mulai dari investasi manufaktur, portfolio produk, distribusi hingga layanan purna jual,” ujar Michael, Kamis (1/10/2026).
Dari sisi distribusi, perusahaan menyebut produknya telah menjangkau lebih dari 470 area melalui lebih dari 1.700 toko. Jaringan layanan purna jual juga didukung lebih dari 310 titik layanan dan lebih dari 500 teknisi.
Product Management Head Midea Electronics Indonesia Hendry Wijaya mengatakan konsumen kini semakin mempertimbangkan manfaat teknologi sebelum memilih peralatan rumah tangga.
“Konsumen semakin kritis dalam memilih produk. Mereka tidak hanya melihat fitur, tetapi juga mempertimbangkan apakah teknologi tersebut benar-benar membantu dan memudahkan aktivitas sehari-hari, lebih efisien, dan sesuai dengan kebutuhannya,” kata Hendry.
Pengembangan teknologi tersebut mencakup ekosistem AI SMART MASTER yang menghubungkan sejumlah perangkat melalui aplikasi Midea SmartHome. Penerapannya mencakup kategori pendingin udara, kulkas, mesin cuci, vacuum cleaner, cooker hood, air purifier, hingga water heater.
Perubahan teknologi ini menunjukkan bahwa perangkat rumah tangga semakin diarahkan menjadi bagian dari ekosistem rumah pintar. Integrasi AI dan konektivitas menjadi salah satu perkembangan yang berpotensi mengubah cara konsumen menggunakan dan mengelola berbagai peralatan di rumah.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
