Terungkap! Cara Industri Garmen RI Bisa Raup Tambahan USD2 Miliar
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Peningkatan ekspor garmen Indonesia hingga USD2 miliar dinilai dapat dicapai melalui penguatan operational excellence di sektor manufaktur. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru Vector Consulting Group yang dirilis dalam ajang Indo Garment & Textile (IGT) Expo di Jakarta.
Laporan tersebut menyoroti bahwa selama hampir satu dekade, nilai ekspor garmen Indonesia cenderung stagnan di kisaran USD8–9 miliar. Di saat yang sama, negara pesaing seperti Vietnam, Bangladesh, dan Kamboja justru terus meningkatkan pangsa pasar global mereka.
Ketua Umum Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI), Anne Patricia Sutanto, mengatakan industri garmen nasional saat ini berada pada fase krusial yang membutuhkan perubahan pendekatan dalam meningkatkan daya saing. “Industri garmen Indonesia telah memasuki tahap penting dalam perkembangannya, di mana peningkatan daya saing membutuhkan fokus yang lebih kuat pada operational excellence. Riset ini memberikan wawasan praktis bagi pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja ekspor,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Sementara itu, Senior Partner Vector Consulting Group, P. Senthilkumar, menegaskan bahwa selama ini biaya tenaga kerja terlalu mendominasi diskusi daya saing, padahal potensi terbesar justru ada pada perbaikan eksekusi operasional. “Produsen yang mampu membangun stabilitas eksekusi melalui praktik shop floor yang disiplin berpotensi meningkatkan efisiensi hingga 20–30 persen, mencapai performa pengiriman hingga 90 persen OTIF, serta menekan lead time dan biaya operasional secara signifikan,” jelasnya.
Country Head Indonesia Vector Consulting Group, Rajesh Inamdar, menambahkan bahwa laporan ini disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan, mulai dari perencanaan produksi hingga pengiriman. “Laporan ini tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga menawarkan pendekatan implementatif yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku industri untuk memperkuat daya saing global,” katanya.
Editor : Hasiholan Siahaan