SERPONG, iNewsTangsel.id - Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang tengah berjalan terkait kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan salah satu oknum guru.
Pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada korban beserta keluarga, seluruh orang tua murid, hingga masyarakat luas atas keresahan dan luka yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.
Humas ICM Muhammad Rizqi Syihabuddien menegaskan bahwa pihak sekolah bertanggung jawab penuh untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Menyusul penetapan oknum guru berinisial NAA sebagai tersangka oleh Polres Tangerang Selatan, sekolah telah menonaktifkan yang bersangkutan sejak akhir Agustus lalu guna memastikan dia tidak lagi memiliki akses kepada para siswa maupun lingkungan sekolah.
"Pihak sekolah juga siap berkoordinasi dan menyediakan seluruh dokumen pendukung agar proses penanganan hukum dapat berjalan lancar hingga tuntas," sebutnya dalam keterangan tertulis,
Sebagai bentuk komitmen terhadap prioritas keselamatan dan psikologis anak, sekolah memfasilitasi pendampingan psikologis khusus bagi siswa terdampak dan keluarga.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
