Menu andalan yang disajikan di Kedai Nawasena meliputi makanan favorit seperti bakso dan pentol siomay hangat. Pihak yayasan pun memberikan apresiasi mendalam karena program ini meninggalkan warisan berarti bagi para penerima manfaat.
"Saya sangat terkesan karena proyek ini menjadi sebuah warisan yang berarti bagi Sayap Ibu. Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dan merasakan pengalaman bekerja," ungkap Ketua Bidang Pengembangan dan Pelayanan Masyarakat Yayasan Sayap Ibu Banten, Renowati Hardjosubroto.
Melalui keberlanjutan program hingga akhir tahun 2026, model pemberdayaan ini diharapkan mampu menjembatani disabilitas masuk ke dunia kerja formal. Inovasi ini diharapkan dapat direplikasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
