Melalui penguatan kompetensi pada teknologi medis tingkat lanjut ini, Indonesia dirancang untuk dapat mewujudkan kemandirian serta ketahanan sektor kesehatan masyarakat. Kesiapan riset, keterlibatan tenaga ahli, hingga peningkatan mutu layanan kedokteran akan terus dikembangkan secara bertahap demi kemaslahatan publik.
Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono, turut menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap standar regulasi global agar hasil riset dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
“Tujuan jangka panjangnya adalah mendukung akses terhadap inovasi kesehatan yang terbukti aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” papar Dicky.
Perkembangan sektor kedokteran medis saat ini memang kian berfokus pada metode penyembuhan mendasar yang mampu memulihkan fungsi biologis tubuh pasien secara optimal. CEO 23 Century Medical Group, Dr. Angelina Tiah Shy Yng, menyoroti bahwa arah masa depan dunia medis telah bergeser dari sekadar penanganan gejala penyakit menuju perbaikan jaringan tubuh.
“Penjajakan dengan Bio Farma membuka peluang untuk memahami kebutuhan dan persyaratan di Indonesia terkait produk berbasis sel punca dan sekretom,” kata Dr. Angelina.
Melalui kolaborasi riset berstandar internasional ini, konsorsium BUMN kesehatan dalam ekosistem Danantara Indonesia optimistis mampu meningkatkan daya saing serta mewujudkan ketahanan kesehatan nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
