JAKARTA, iNewsTangsel.id - Peran kereta api sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat Indonesia kian menguat dengan pertumbuhan volume penumpang yang signifikan sepanjang tahun 2025. Peningkatan layanan ini turut diiringi oleh modernisasi armada melalui kehadiran rangkaian KRL generasi baru produksi CRRC Sifang.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kemajuan transportasi publik, produsen kereta tersebut kembali menyelenggarakan kompetisi seni CRRC Commuter Line Drawing and Photography Competition 2026 bertajuk "Satu Jalur, Sejuta Cerita". Ajang kreatif ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk merekam berbagai pengalaman perjalanan yang terhubung melalui jaringan Commuterline.
Kompetisi menggambar ini mendapat sambutan luar biasa dari kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat di wilayah Jabodetabek. Tercatat sebanyak 1.414 peserta dari puluhan sekolah berpartisipasi menuangkan kreativitas visual mereka dengan menampilkan KRL generasi baru.
Selain pelajar, ajang ini juga merangkul komunitas pecinta kereta api dan masyarakat umum melalui lomba fotografi yang kompetitif. Sebanyak 269 peserta dari puluhan komunitas turut mengirimkan karya foto terbaik mereka untuk dinilai oleh dewan juri profesional.
"Kami terkesan melihat bagaimana tema 'Satu Jalur, Sejuta Cerita' ditafsirkan dengan begitu beragam," ujar Mr. Han Wenfeng selaku General Manager CRRC Sifang Co., Ltd, dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026). Ia menilai para peserta berhasil menangkap esensi manusia dan kisah di balik operasional transportasi publik sehari-hari.
Sebelumnya, rangkaian program ini juga diisi dengan kegiatan study tour edukatif bagi para pelajar tingkat menengah pertama di Jawa Barat. Para siswa diajak merasakan langsung kecepatan Kereta Cepat Whoosh dan kenyamanan KRL generasi baru produksi CRRC Sifang.
"Kami ingin para siswa tidak hanya mengenal kereta cepat dan KRL dari gambar, tetapi merasakan langsung teknologinya," tambah Mr. Han Wenfeng. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda pada dunia teknologi serta perkeretaapian masa depan.
Melalui penyelenggaraan edisi kedua ini, pihak penyelenggara berharap kompetisi dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Transportasi publik diharapkan tidak hanya menjadi sarana berpindah tempat, melainkan bagian tak terpisahkan dari cerita hidup masyarakat.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
