JAKARTA, iNewsTangsel.id - Penguatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kerajinan masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar hingga persoalan legalitas dan administrasi usaha. Konsolidasi pelaku usaha menjadi salah satu langkah yang disiapkan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) untuk menjawab persoalan tersebut.
Ketua Umum ASEPHI Hatman menegaskan, penyatuan ribuan anggota menjadi prioritas kepengurusan baru agar pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Memang kita membawahi ribuan UMKM. Oleh karenanya, kita hanya berpikir bagaimana menyatukan mereka agar kita membuka peluang-peluang mereka supaya lebih maju ke depan,” ujar Hatman, Selasa (20/10/2026).
Hatman terpilih menggantikan Muchsin Ridjan dalam Musyawarah Nasional pergantian antarwaktu yang digelar di Hotel Mercure Jakarta pada 21 September 2026. Ia akan memimpin ASEPHI untuk masa bakti 2026–2029.
Kepengurusan baru tetap melanjutkan program kerja periode 2024–2029. Namun, penguatan diarahkan pada konsolidasi organisasi daerah, pengembangan produk, perluasan akses pasar, serta advokasi bagi pelaku usaha yang menghadapi kendala administratif.
ASEPHI juga menilai keberadaan Badan Pengurus Daerah (BPD) dan Badan Pengurus Cabang (BPC) penting untuk memetakan potensi produk kerajinan yang belum tergarap secara optimal. Pemetaan tersebut diharapkan membantu organisasi mengenali peluang pengembangan usaha di berbagai daerah.
Selain persoalan pemasaran, legalitas usaha, dokumen perdagangan, perpajakan, dan persyaratan ekspor menjadi perhatian. Hambatan administratif tersebut dapat menyulitkan UMKM ketika berupaya memperluas skala usaha dan memasuki pasar yang lebih besar.
Dalam struktur baru, Hatman didampingi Baby Jurmawati Djuri sebagai Wakil Ketua Umum I Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Regional dan Internasional, Muchamad Ali Jufry sebagai Wakil Ketua Umum II Bidang Digital dan Research Development, serta Ernayani Nasution sebagai Wakil Ketua Umum III Bidang Organisasi dan Advokasi.
Sementara itu, Emirita L.N. Pratiwi menjabat Wakil Ketua Umum IV Bidang Promosi dan Pengembangan Produk, sedangkan Subchi Subekti dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal.
Tantangan kepengurusan baru ASEPHI adalah memastikan konsolidasi organisasi berujung pada manfaat nyata bagi anggota. Penguatan jaringan daerah, penyelesaian hambatan administratif, dan perluasan akses pasar menjadi aspek penting untuk meningkatkan kemampuan UMKM kerajinan bersaing secara berkelanjutan.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
