JAKARTA, iNewsTangsel.id - Upaya memperluas akses pelaku usaha Indonesia ke pasar internasional kembali didorong melalui Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo (JITEX) 2026. Ajang yang digelar pada 16–19 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, mengusung tema “Ignite the Economy” mempertemukan pelaku usaha, buyer, investor, pemerintah, asosiasi bisnis, serta mitra dari dalam dan luar negeri.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, penguatan konektivitas perdagangan dan investasi menjadi bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global.
“Jakarta tidak lagi cukup puas menjadi kota metropolitan yang besar secara populasi dan anggaran, tetapi harus bertransformasi menjadi hub global yang terhubung dengan rantai nilai dunia,” ujar Rano, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan, jasa, investasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif dinilai dapat menjadi modal untuk mempertemukan potensi usaha lokal dengan jaringan ekonomi internasional.
"Kami menargetkan Jakarta dapat masuk jajaran 20 kota global teratas dunia pada 2045. Penguatan jejaring perdagangan, investasi, dan konektivitas internasional menjadi salah satu bagian dari agenda tersebut," tegas Rano.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan, ajang ini sebernarnya dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha terhadap peluang investasi dan pasar internasional.
"Model serupa juga dapat dikembangkan di daerah lain agar peluang perdagangan dan investasi tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta," imbuhnya Ni Luh.
Pada kesehatan yang sama, Ketua Umum Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah menambahkan, tantangan pelaku usaha untuk masuk pasar global bukan hanya terkait kemampuan produksi, tetapi juga akses terhadap jaringan pembeli dan mitra bisnis.
“Ajang ini bukan hanya exhibition, tetapi menjadi platform untuk mempertemukan supply dan demand,” ujar Budihardjo.
Menurut dia, pertemuan langsung antara pelaku usaha dengan buyer, investor, dan business partner diharapkan dapat menghasilkan transaksi serta kerja sama yang berlanjut setelah penyelenggaraan pameran.
"Karena ajang ini menyediakan sejumlah agenda yang berorientasi pada koneksi bisnis, antara lain business matching, forum bisnis dan investasi, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), diskusi bisnis, hingga program jejaring," katanya.
Ia menegaskan, skema business matching menjadi salah satu instrumen penting untuk mempertemukan produk dan kapasitas pelaku usaha dengan kebutuhan pasar. Bagi pelaku usaha lokal, perluasan akses pasar menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan untuk mencari konsumen dan mitra baru.
"Konektivitas dengan buyer dan investor internasional dapat membuka peluang ekspansi sekaligus memperkenalkan produk Indonesia ke rantai perdagangan yang lebih luas," paparnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
