Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dugaan Politik Uang pada PSU Pilbup Serang, Lima Orang Diamankan
Advertisement . Scroll to see content

Sidang Etik, DKPP Pertanyakan Dasar Hukum KPU Terima Pendaftaran Gibran

Senin, 08 Januari 2024 | 23:06 WIB
  • author Aris Dannu
Sidang Etik, DKPP Pertanyakan Dasar Hukum KPU Terima Pendaftaran Gibran

JAKARTA, iNewsTangsel - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) kembali menggelar sidang etik atau dugaan pelanggaran dalam proses penerimaan bakal calon presiden dan wakil presiden dan surat edaran dari KPU yang menyurati Parpol terkait Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Ketentuan Tambahan Pengalaman Menjabat dari Keterpilihan Pemilu dalam Syarat Usia Minimal Capres/Cawapres.

Sidang perkara nomor 135PKE-DKPP/XII/2023 kali ini menghadirkan saksi fakta. Dalam persidangan terjadi perdebatan antara pihak pelapor dan terlapor, bahkan sejumlah pertanyaan yang ditujukan kepada terlapor ada yang tidak bisa dijawab.

Majelis Hakim juga mempertanyakan terkait proses penerimaan bakal calon presiden dan wakil presiden kepada KPU.

"Dalam sidang kali ini, Hakim mulai mempertanyakan dasar hukum penerimaan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran dan penerbitan surat edaran KPU. Jadi Majelis Hakim bisa menangkap apa yang menjadi laporan kita," kata Sunandiantoro SH, MH, kuasa hukum pelapor Demas Brian Wicaksono, di DKPP Jakarta, Senin (8/1/2024).

Sunandiantoro menjelaskan, yang dilaporkan pihaknya terkait tindakan KPU yang tidak sesuai dengan prinsip berkepastian hukum atau melanggar etika berkepastian hukum yaitu KPU menyalahi wewenang menindaklanjuti Putusan MK. Putusan MK sekalipun bermasalah, lanjutnya, namun ia tidak dalam rangka mempermasalahkan Putusan MK-nya, tetapi yang paling mendasar adalah apa tindak lanjut secara hukum yang bisa dikerjakan terkait adanya Putusan MK tersebut.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut