Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Maut Beruntun Libatkan Truk, Kendaraan Konstruksi dan Minibus: 8 Orang Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Bentrok di Teluk Naga, Protes Warga atas Kecelakaan Maut Truk Tanah Tabrak Bocah SD

Kamis, 07 November 2024 | 18:59 WIB
  • author Noerman Hasnugara
Bentrok di Teluk Naga, Protes Warga atas Kecelakaan Maut Truk Tanah Tabrak Bocah SD
Bentrok antara warga dan aparat di Teluk Naga, Tangerang, mengungkap kegagalan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menegakkan peraturan daerah. Foto: (Foto: Hasnugraha).

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Bentrok antara warga dan aparat di Teluk Naga, Tangerang, mengungkap kegagalan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menegakkan peraturan daerah. Kecelakaan maut yang melibatkan truk tanah menjadi pemicu utama insiden ini. 

Kericuhan pecah terjadi persisnya di Jalan Raya Salembaran, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (7/11/2024). Ratusan warga dari Kecamatan Teluk Naga dan Kosambi bentrok dengan polisi. 

Bentrokan dipicu kekecewaan warga terhadap kecelakaan yang melibatkan truk tanah dan dugaan pelanggaran peraturan daerah terkait jam operasional kendaraan berat.

Bentrokan bermula dari adanya kesalahpahaman antara warga dan polisi di lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa seorang bocah SD akibat tertabrak truk tanah hingga luka parah. Kejadian ini memicu kemarahan warga yang merasa tidak mendapat respons yang adil dari pihak berwenang.

Emosi warga semakin memuncak hingga membakar ban, melempari petugas dengan batu dan kayu, bahkan merusak kendaraan polisi. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap seringnya terjadi kecelakaan yang melibatkan truk tanah di wilayah mereka.

Muhammad Jalaludin, salah seorang warga, mengungkapkan, kemarahan warga bukan tanpa alasan. Perusahaan yang menjalankan proyek strategis nasional di wilayah tersebut dinilai telah mengabaikan peraturan daerah yang membatasi jam operasional kendaraan berat.

"Mereka sudah lebih dari satu tahun beroperasi pada pagi hari, saat anak-anak sekolah dan masyarakat beraktivitas. Ini sangat membahayakan," ujar Jalaludin di lokasi.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut