Kapolri Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi dengan NU dalam Menjaga Keamanan Nasional
![header img](https://img.inews.co.id/media/600/files/networks/2025/02/06/e4453_kapolri.jpg)
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga keamanan nasional. Berdasarkan data Global Terrorism Index (GTI), Indonesia saat ini menempati peringkat 31 dari 163 negara yang masih menghadapi ancaman terorisme.
Meskipun demikian, peringkat ini menunjukkan perbaikan dibandingkan sebelumnya yang berada di posisi 24. Hal ini sejalan dengan menurunnya ancaman serta serangan terorisme di Indonesia.
Kapolri Listyo Sigit menyampaikan apresiasi kepada NU yang selalu siap bekerja sama dengan Polri dalam upaya pemberantasan terorisme. Ia juga menegaskan bahwa NU mendukung Polri dalam menjaga empat pilar bangsa, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar 1945.
"Saya berterima kasih kepada NU yang selalu berada di garda terdepan dalam menjaga empat pilar konsensus bangsa. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah fondasi yang harus terus kita jaga dan perjuangkan," ujar Kapolri Listyo Sigit, Kamis (6/2/2025).
Ia juga menyoroti bahwa kerja sama antara Polri dan NU dapat diterapkan di seluruh tingkatan kepengurusan. Dengan jaringan organisasi hingga ke tingkat desa, NU memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional.
"Kolaborasi ini akan sangat bermanfaat jika dapat melibatkan seluruh elemen bangsa, termasuk kementerian, lembaga, dan Polri," tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolri menyebut bahwa kerja sama ini dapat diwujudkan dalam berbagai program, seperti Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kami berharap NU terus bersatu dengan seluruh elemen, khususnya Polri, untuk saling menguatkan dalam mewujudkan Indonesia yang maslahat, kuat, terhormat, dan sejahtera, menjadi bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," tutupnya.
Editor : Hasiholan Siahaan