get app
inews
Aa Text
Read Next : Kios Hancur Berserakan di Pasar Ciputat, Disperindag: Itu Milik Pedagang Liar

Jelang Imlek hingga Idul Fitri, Stok Sembako di Tangerang Aman

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:47 WIB
header img
TPID Kabupaten Tangerang melakukan pemantauan dan monitoring ketersediaan dan stabilitas harga sembako di Pasar Gudang Tigaraksa. (Foto: Istimewa).

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang terus berupaya meningkatkan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang perayaan Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga serta menjaga stabilitas pasokan di pasaran.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Tangerang, Rizky Maria Puspita Girsang, mengatakan sejumlah komoditas menjadi fokus pengawasan, antara lain minyak goreng, telur ayam, daging ayam, daging sapi, dan gula.

“Pemantauan harga dan stok sembako kami lakukan secara intensif menjelang Imlek hingga Idul Fitri. Tujuannya untuk mencegah terjadinya lonjakan harga bahan pokok,” kata Rizky, Rabu (28/1/2026).

Dia menjelaskan, dari hasil pemantauan dan koordinasi dengan distributor, agen, serta Perum Bulog, dipastikan ketersediaan stok bahan pokok di Kabupaten Tangerang masih dalam kondisi relatif aman, baik menjelang maupun setelah Idul Fitri.

“Dari informasi yang kami terima, stok bahan pokok saat ini dinyatakan cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Dia menambahkan, sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga rutin melakukan pemantauan langsung ke pasar rakyat, agen, dan distributor guna memantau perkembangan harga secara berkala.

“Selain itu, kami menggelar operasi pasar murah dengan menjual bahan pokok di bawah harga pasar, khususnya pada momentum menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” imbuhnya. 

Menurut dia, program tersebut dikemas melalui Warung Tekan Inflasi (Warteksi) yang ditujukan untuk membantu masyarakat dan pedagang pasar memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Operasi pasar murah dan Warteksi menjadi salah satu instrumen kami untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi,” kata Rizky.

Pihaknya juga memperkuat koordinasi lintas sektor, melibatkan TPID, Bulog, agen dan distributor bahan pokok, Perumda Pasar, Satgas Pangan Polres, hingga agen dan pangkalan LPG 3 kilogram.

“Koordinasi ini penting agar stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok tetap terjaga, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan,” pungkasnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut